<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464</id><updated>2012-02-17T01:42:03.717+07:00</updated><category term='magazine article'/><category term='pearl jam'/><category term='translation'/><category term='playlist'/><title type='text'>End of Sanity</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-115175394324476599</id><published>2006-07-01T18:18:00.003+07:00</published><updated>2010-11-26T17:55:12.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='playlist'/><title type='text'>Playlist Refreshing: June 2006</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/TO-Rqy0qcBI/AAAAAAAAB5U/Xw-tz1fPP3U/s1600/300x_070309.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/TO-Rqy0qcBI/AAAAAAAAB5U/Xw-tz1fPP3U/s1600/300x_070309.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jujur...saya agak "kenyang" dengan Pearl Jam, setelah mendapatkan sekitar 10 buah official bootlegs dari tur 2006 ini. Hampir sepanjang Mei-Juni ini, playlist saya tidak pernah beranjak dari Pearl Jam. Entah itu (masih mencoba) mengulik album baru, Pearl Jam, yang edar awal Mei lalu atau mendengarkan konser demi konser dari Vedder dkk. Daripada saya nanti sick kekenyangan lantas jadi "eneg" sama Pearl Jam, maka me-refresh playlist adalah pilihan yang lumayan membantu. Ambil langkah drastis, pilih sejumlah musisi perempuan dari database mp3 saya dan masukkan ke dalam playlist. Jangan lupa shuffling. Hasilnya...&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01. Rasputina - Saline of the Salt Lake Queen&lt;br /&gt;Sedikit bercerita tentang Rasputina...adalah band yang melanggengkan musik cello dalam musik pop-kontemporer. Mereka menggunakan cello yang tersambung ke bermacam-macam efek digital yang menghasilkan bunyi-bunyian klasik sekaligus eklektik. Konsep dasar musik itu dipadu dengan dasar-dasar opera di pertunjukannya yang menghasilkan aspek menarik dari musik mereka. Coba klik ke www.rasputina.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02. The Cranberries - Just My Imagination&lt;br /&gt;The Cranberries adalah band yang berhasil menarik minat saya terhadap sebuah instrumen musikal bernama gitar. Waktu itu kakak perempuan saya mengajarkan lick bass dari hits terkenal mereka, "Zombie" dan menjadi riff pertama yang saya pelajari. Sedangkan "Just My Imagination" adalah track yang paling saya suka dari album favorit: Bury the Hatchett.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03. Diana Krall - Just the Way You Are &amp;amp; Devil May Care&lt;br /&gt;Lagu "Just the Way You Are" adalah lagu lawas yang sangat terkenal sebagai "lagu nostalgia". Entah berapa musisi yang telah membawakannya, yang jelas saya tahu pertama kali dari kaset-kaset bapak saya waktu kecil dulu. Sementara "Devil May Care" adalah sebuah lagu jazzy yang mengantar saya ke struktur improvisasi musik dalam jazz yang ternyata polanya hampir selalu sama. By the way, Diana Krall sendiri adalah musisi jazz kontemporer asal Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04. Frente - Open Up Your Heart and Let the Sunshine In&lt;br /&gt;Era sekarang ada Sixpence Non the Richer, jauh sebelumnya ada Frente, yang juga terkenal dengan "Bizzarre Love Triangle"-nya. Lagu ini memiliki struktur unik yang santa lullaby dan menjadikannya sebagai lagu termanis dan "teraman" untuk dinyanyikan orang dewasa kepada anak-anak. Lagu ini adalah lagu favorit teman spesial saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05. Julie London - Fly Me to the Moon&lt;br /&gt;Kecenderungan musisi-musisi jazz untuk membawakan lagu lama adalah hal yang jamak. Mungkin dari generasi lama sudah pernah mendengarkan lagu 'Fly Me to the Moon" ini dinyanyiin oleh musisi-musisi lawas, termasuk Frank Bennett kalo saya ngga salah. Versi Julie London ini adalah versi kontemporernya, dengan beat yang lebih cepat dan swingy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06. Fiona Apple - Across the Universe&lt;br /&gt;Sejak awal saya jatuh cinta dengan lagu ini (sekitar tahun 1997-an). Pertama kali melihatnya di Channel V yang waktu itu masih merger dengan salah satu stasiun teve swasta waktu itu. Kemudian baru saya tahu kalo lagu itu adalah buah karya Lennon/McCartney yang maha-terkenal dengan The Beatles (di album Let It Be). Rufus Wainwraight membawakannya kembali di dekade 2000-an lewat soundtrack sebuah film hanya untuk menegaskan pentingnya lagu ini di khasanah musik dunia. Tetapi, menurut pendapat saya, versi Fiona Apple masih jauh lebih impresif. Mungkin faktor first to know saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07. Martha Wainwright - BMFA&lt;br /&gt;Struktur lagunya sangat folk, tetapi melihat kepanjangan dari BMFA maka bisa ditebak lagi ini adalah penuturan ekspresif dari seorang musisi. BMFA sendiri adalah singkatan dari "Bloody Mother Fucking Asshole"...:))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08. A Girl Called Eddy - Golden&lt;br /&gt;"A Girl Called Eddy" adalah nama pentas dari musisi perempuan yang bernama asli Erin Moran. Bagi yang kenal dengan musik-musik model The Carpenters di masa lampau akan lebih mudah merefer ke A Girl Called Eddy. Coba kulik di: www.agirlcallededdy.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09. Feist - Gatekeeper&lt;br /&gt;Rasa penasaran saya muncul ketika melihat tag-promo di CD Feist yang berbunyi: kombinasi Astrid Gilberto dan PJ Harvey. Astrid adalah biduanita jazz ternama, sementara PJ Harvey adalah icon feminism-poprock di 90-an. Ada tekstur keduanya memang, tetapi saya lebih suka bahwa itu adalah warna alami dari Feist yang mencoba bertutur fresh dalam industri musik dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.joanjett.com/gallery/images/ilrr/cc45.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.joanjett.com/gallery/images/ilrr/cc45.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;10. Joan Jett - Have You Ever Seen the Rain&lt;br /&gt;Spin Doctor memperkenalkan pertama kali ke lagu ini, disusul sebuah video-komersial dari produk sabun mandi di televisi. Sayapun ngga terlalu yakin jika Joan Jett adalah komposer dari lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.maximum.ru/img/artists/photo/dido.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.maximum.ru/img/artists/photo/dido.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;11. Dido - White Flag&lt;br /&gt;Saya tidak begitu peduli dengan nama aslinya yang Cloud-sekian-sekian. Saya juga tidak begitu peduli jika Dido ini tenar dengan ketidaksengajaan (thanks to Eminem). Yang jelas lagunya bagus-bagus. Period.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mono - Life in Mono&lt;br /&gt;Konon, film "Great Expectations" (dibintangi Ethan Hawke dan Gwyneth Paltrow) adalah film yang representatif sebagai bentuk pengungkapan perasaan kita kepada orang lain (at least menurut beberapa teman saya yang menjadikannya favorit). Selain itu, lagu ini adalah alasan kedua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pink - Just Like A Pill&lt;br /&gt;Sama seperti Dido, this is a great song. Period.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Jewel - Hands&lt;br /&gt;Setiap kali mendengarkan lagu ini, saya selalu membayangkan visualisasi yang mellow tentang humanity dan kondisi dunia. Sama seperti "Heal the World"-nya Michael Jackson dan "Immortality"-nya Pearl Jam. Jika saya menjadi jutawan, saya akan membuat video propaganda tentang humanity menggunakan lagu-lagu itu, termasuk Hands-nya Jewel. Tough song!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Sarah McLachlan - Angel&lt;br /&gt;Sebagai penutup, ijinkan saya memutar lagu dialog saya. Sebuah lagu yang bagus adalah lagu yang mampu membawa kita ke atmosfer yang diinginkan penulisnya. Entah bagaimana Sarah menulis lagu ini, yang jelas saya merasakan suatu atmosfer memilukan ketika mendengarkan atau bahkan membawakan lagu ini. Mencairkan hati dari seorang psikopat sekalipun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-115175394324476599?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/115175394324476599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=115175394324476599&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/115175394324476599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/115175394324476599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2006/07/playlist-refreshing-june-2006.html' title='Playlist Refreshing: June 2006'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/TO-Rqy0qcBI/AAAAAAAAB5U/Xw-tz1fPP3U/s72-c/300x_070309.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-114656079020936647</id><published>2006-05-02T15:32:00.003+07:00</published><updated>2010-11-26T17:58:54.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pearl jam'/><title type='text'>Album Baru Pearl Jam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/TO-S5a7BZkI/AAAAAAAAB5c/ITGNLfSt7OQ/s1600/avocado.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/TO-S5a7BZkI/AAAAAAAAB5c/ITGNLfSt7OQ/s1600/avocado.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Album baru Pearl Jam, berjudul "Pearl Jam" dirilis hari ini (2 Mei 2006) di Amerika Serikat dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; worldwide&lt;/span&gt; (ehm...kecuali Indonesia tentunya). Album ini adalah yang pertama sejak 4 tahun lalu merilis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Riot Act&lt;/span&gt;, dan diselingi dengan album kompilasi B-Sides (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lost Dogs&lt;/span&gt;), A-Sides (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rearviewmirror&lt;/span&gt;) serta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Live at Benaroya Hall&lt;/span&gt; dan DVD &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Live at the Garden&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album ini juga merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;landmark&lt;/span&gt; pertama kerjasama Pearl Jam dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;J Records&lt;/span&gt; yang sebelumnya banyak merilis album-album R&amp;amp;B (Alicia Keys dkk). Singel pertama, "Worldwide Suicide" telah mengisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;airplay&lt;/span&gt; radio-radio di seluruh dunia sejak rilis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; perdananya awal Maret lalu. Album ini banyak diisi oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track&lt;/span&gt; yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;back to basic&lt;/span&gt;, dengan mengandalkan permainan harmoni duo gitaris Stone Gossard serta Mike McCready, ditambah kontribusi maksimal Matt Cameron yang jauh lebih signifikan daripada album-album sebelumnya. Album ini juga mendapatkan apresiasi yang bagus dari media-media di Amerika. Berikut beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;review&lt;/span&gt; yang dirangkum dari situs-situs berita terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;However you define grunge music, ...they were, from jump street, a classic rock band, building their bawl with iron-guitar bones and an arena-vocal lust that came right from Zeppelin, early-Seventies Who and mid-Eighties U2...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rolling Stone&lt;/span&gt; (Rated: 4 star/5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; With their self-titled eighth album, the alternative-rock veterans put some snap back in their step, some nastiness back in their guitars...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Chicago Tribune&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...kicking with refreshingly unpretentious and raw energy...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Scripps Howard Nes Service&lt;/span&gt; (Rated: 4 star/5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...the group's mouthpiece and his compatriots are at once loose and tightly focused as they rev up into a righteous rage that's right in their non-ironic comfort zone.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Philladelphia Inquirer&lt;/span&gt; (Rated: 3 star/5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Note to Pearl Jam: Make sure you clear February 2007 on the calendar, because you are returning to the Grammys.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lowell Sun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Unapologetically political, fueled on dread, defiance and determination and the volcanic guitars of Mike McCready and Stone Gossard.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;USA TODAY&lt;/span&gt; (Rated: 3 1/2 star/5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...even come close to recreating the hard rock thrills of the band's billion-selling debut, Ten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E! Online&lt;/span&gt; (Grade: B)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pearl Jam's playing their own game and winning on their own terms.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Philadelphia Daily&lt;/span&gt; (Grade: A)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;review&lt;/span&gt; menempatkan album dengan 13 lagu ini dalam kategori yang positif. Dan yang menjadi highlight adalah kembalinya Pearl Jam ke arah penggunaan sound yang brutal dan "kotor" ala grunge, tetapi masih harmonis seperti musik classic rock. Hal ini menjadikan banyak analogi yang muncul terhadap album &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pearl Jam&lt;/span&gt; tersebut sebagai moderasi musik Pearl Jam antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ten&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vs&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Track&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Life Wasted/ World Wide Suicide/ Comatose/ Severed Hand/ Marker in the Sand/ Parachutes/ Unemployable/ Big Wave/ Gone/ Wasted Reprise/ Army Reserves/ Come Back/ Inside Job&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-114656079020936647?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/114656079020936647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=114656079020936647&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114656079020936647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114656079020936647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2006/05/album-baru-pearl-jam.html' title='Album Baru Pearl Jam'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/TO-S5a7BZkI/AAAAAAAAB5c/ITGNLfSt7OQ/s72-c/avocado.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-114636759969496403</id><published>2006-04-30T09:56:00.004+07:00</published><updated>2010-11-26T18:03:48.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pearl jam'/><title type='text'>Coduroy</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/TO-TSjN3HxI/AAAAAAAAB5g/mMWOf_sX3rQ/s1600/eddie-vedder2-by-karen-loria.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/TO-TSjN3HxI/AAAAAAAAB5g/mMWOf_sX3rQ/s1600/eddie-vedder2-by-karen-loria.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lagu favorit &lt;i&gt;gue sih&lt;/i&gt;. Dan sampe sekarang menjadi lagu paling "wajib" di setlist Pearl Jam (&lt;i&gt;the most played&lt;/i&gt;), dan &lt;i&gt;make sense&lt;/i&gt; sih. Majalah SPIN bilang ini lagu yang paling bagus yang pernah dibikin Pearl Jam. &lt;i&gt;Cannot more agree than...musically&lt;/i&gt; (kalo lirik, gw masih merasa direpresentasikan oleh "I Got ID"). Kira-kira tentang apa ya "Corduroy"?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs &lt;b&gt;The Sky I Scrape&lt;/b&gt; (&lt;a href="http://www.theskyiscrape.com/"&gt;www.theskyiscrape.com&lt;/a&gt;) yang memuat beberapa spekulasi intepretasi lagu dari penggemarnya rata-rata mengemukakan kalo lagu "Corduroy" ini bercerita tentang hubungan dua orang (mungkin kekasih?) yang memburuk dan (lagu ini) menjadi semacam statement perpisahan. Di satu sisi, Eddie Vedder pernah mengemukakan bahwa lagu ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;indeed&lt;/span&gt; adalah lagu tentang hubungan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;relationship&lt;/span&gt;), tapi bukan hubungan dua orang, melainkan satu orang ke orang banyak. Berikut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quote&lt;/span&gt;-nya, yang gue ambil dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Two Feet Thick&lt;/span&gt; (&lt;a href="http://www.twofeetthick.com/"&gt;www.twofeetthick.com&lt;/a&gt;):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It is about a relationship but not between two people. It's more one person's relationship with a million people. In fact, that song's almost a little too obvious for me. That's why instead of a lyric sheet we put in an X-ray of my teeth from last January and they are all in very bad shape, which was analogous to my head at the time.&lt;/span&gt;" -&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eddie Vedder&lt;/span&gt; (Los Angeles Times, November 20, 1994)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Vedder emang selalu "dual". Di situ, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I believe&lt;/span&gt;, tersimpan "misteri" dari lagu "Corduroy" ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue&lt;/span&gt; tertarik untuk "membedah"-nya. Di mulai dari unsur ekstrinsik-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Corduroy" ini ada di album ketiga Pearl Jam, &lt;a href="http://jamjournals.blogspot.com/2005/12/vitalogy-monumental-experimentation.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vitalogy&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Jika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ten&lt;/span&gt; (album pertama) banyak dipengaruhi unsur ekstrinsik berupa tahapan (atau pengalaman) Vedder selama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pre&lt;/span&gt;-Pearl Jam (coba lihat ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mamasan Trilogy&lt;/span&gt;, dan tentunya "Release"). Serta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Versus&lt;/span&gt; (album kedua) lebih banyak mengungkap realita-realita sosial pada saat itu (di mana beberapa kejadian seperti kasus rasialisme ["WMA"], kekerasan senjata ["Glorified G"], &lt;span style="font-style: italic;"&gt;youth&lt;/span&gt; ["Leash"] dan sebagainya mendapat ekspos dalam lagu-lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;VS&lt;/span&gt;). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vitalogy&lt;/span&gt; lebih bercerita tentang "introspeksi" yang melanda personel Pearl Jam. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vitalogy&lt;/span&gt; adalah album yang mengubah konsep total Pearl Jam dalam industri musik. Tahun 1990-1994 adalah masa di mana musik alternatif tengah dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;peak&lt;/span&gt;-nya, dan menjadikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hype&lt;/span&gt; di mana-mana (korelatif dengan &lt;a href="http://jamjournals.blogspot.com/2006/04/times-controversial-article-1993.html"&gt;artikel TIME&lt;/a&gt; yang baru aja selesai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue&lt;/span&gt; translate kemaren). Pearl Jam (terutama Eddie Vedder), seperti halnya Nirvana dan musisi-musisi Seattle lain, justru merasa risih dengan kondisi semacam ini. Pemecatan Dave Abruzzesse mungkin jadi salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hints&lt;/span&gt;, mengingat si Dave Ab ini punya kecenderungan suka dengan "stardom" (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dating celebs and model&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;party-ing&lt;/span&gt;, etc). Pendek kata, Pearl jam tengah berusaha "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;play down the hype&lt;/span&gt;" saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, album &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vitalogy&lt;/span&gt; ini banyak dipengaruhi oleh kondisi tersebut. "Not For You", yang "lahir" lebih dulu dibanding "Corduroy" secara jelas bisa dibilang sebagai statement awal idealisme Pearl Jam. Bahwa mereka membuat musik yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pure&lt;/span&gt;, dipengaruhi jiwa idealis mereka dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngga&lt;/span&gt; akan berkompromi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;this is not for you&lt;/span&gt;!). Kemudian "Immortality", juga bercerita dalam korelasi yang kurang lebih sama. "Immortality" (kemungkinan "plesetan" dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;immorality&lt;/span&gt;) mengungkapkan tentang ekspolitasi industri hiburan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;showbiz&lt;/span&gt;) dari perspektif korban-nya. Oleh karena itu, "Immortality" sering sekali dikaitkan dengan almarhum Kurt Cobain yang notabene "korban" juga dari tekanan showbiz. "Immortality" juga "lahir" sebelum "Corduroy" (sebelum Vitalogy keluar, dua lagu di atas sudah sering dibawakan Pearl Jam dalam konser). Dua lagu itu bisa menjelaskan unsur ekstrinsik album Vitalogy, karena kebetulan berada di awal dan akhir setlist album (meski ke&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sela&lt;/span&gt; "Last Exit" dan ketumpuk "Stupid Mop").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;How about&lt;/span&gt; "Corduroy"? Kembali ke "Corduroy", lagu ini ada di tengah-tengah album. Dan spekulasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue&lt;/span&gt;, lagu ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;link&lt;/span&gt; dari "Not For You" dan "Immortality", dalam arti mempunyai makna yang mendukung keduanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gue&lt;/span&gt; berangkat dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;statement&lt;/span&gt; Vedder di atas, yang mengungkapkan bahwa "Corduroy" adalah lagu hubungan (Vedder) dengan banyak orang (dalam kata lain: komunitas, kumpulan orang, penggemar, dan sebagainya). Secara simpel, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue&lt;/span&gt; mengartikannya itu adalah hubungan Vedder dengan konsekuensi status popularitas dan selebritas-nya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;being famous&lt;/span&gt;) yang mengakibatkan dia disanjung, dipuja dan sebagainya. Let see...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;The waiting drove me mad&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;"Fame" itu sebetulnya diinginkan juga oleh Vedder pada awalnya. Digambarkan di lirik tersebut, dia sudah menunggu sangat lama. Kalo dilihat dari riwayatnya, Vedder baru join ke PJ di usianya yang ke 24. Sementara puncak tenarnya adalah ketika dia berusia 28 tahun-an. Waktu-waktu sebelumnya banyak diisi Vedder di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scene&lt;/span&gt; San Diego bersama band-nya Bad Radio, serta berusaha dekat ke dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;showbiz&lt;/span&gt; (referensi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue&lt;/span&gt; dari artikel kontroversial RS, kalo emang bener). Dan ketika akhirnya Vedder mendapatkan popularitas-nya, di usia 28-an, tahun 1993/1994, ternyata hal itu justru berlawanan dengan bayangannya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;you're finally here and I'm a mess...next&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;you're finally here and I'm a mess/I take your entrance back/can't let you roam inside my head/I don't want to take what you can give.../I would rather starve than eat your bread.../I would rather run but I can't walk.../Guess I'll lie alone just like before...&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;Vedder lebih memilih untuk kembali seperti semula (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I take your entrance back&lt;/span&gt;), menikmati kehidupan dan privasi-nya seperti semula, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;even&lt;/span&gt; siap menanggung segala konsekuensinya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gue&lt;/span&gt; inget &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quote&lt;/span&gt; dari Vedder: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The highest point of your popularity, it's also the lowest point of your personality.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;I don't want to hear from those who know.../They can buy, but can't put on my clothes.../I don't want to limp for them to walk.../Never would have known of me before...&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;Dan di sini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keypoint&lt;/span&gt; tentang "hubungan Vedder dengan banyak orang" seperti yang disebutkan di atas. Pertama adalah muaknya Vedder sama media dan publisitas, di mana dia sering membaca, mendengar atau melihat imej dirinya di media (mungkin korelatif juga dengan artikel TIME yang diprotesnya). Kemudian munculnya fans-fans yang me-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rip off&lt;/span&gt; gayanya melalui bentuk pakaian. Saat itu, saking &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hype&lt;/span&gt;-nya, tiba-tiba aja baju flanel, sepatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boot&lt;/span&gt; dan jaket &lt;span style="font-style: italic;"&gt;corduroy&lt;/span&gt; menjadi tren fashion (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;current hype&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boot&lt;/span&gt;: Doc Mart, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flanel&lt;/span&gt;: Mark Jacob's). Padahal baju &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flane&lt;/span&gt;l itu adalah 'pakaian tradisional' kultur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;logger&lt;/span&gt; (penebang pohon) yang mayoritas menghuni kawasan northwest Amerika (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;where Seattle lies&lt;/span&gt;). Dan juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;corduroy,&lt;/span&gt; yang menjadi judul lagu, sebuah mitos terkenal menyebutkan ketika Vedder dikasih jaket &lt;span style="font-style: italic;"&gt;corduroy&lt;/span&gt; dari Stone Gossard (yang dibeli dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flea market&lt;/span&gt;) tapi lantas jadi simbol &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fashion&lt;/span&gt; dia, dan ditiru (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ripped off&lt;/span&gt;) sama fans-fans-nya. Vedder &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngga&lt;/span&gt; mau jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;idol&lt;/span&gt; yang bisa ditiru segalanya, atau membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;statement&lt;/span&gt; tren baru (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I don't want to limp for them to walk&lt;/span&gt;). Dan baris itu bisa diartiin juga mengacu ke pemberitaan media (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dual intepret&lt;/span&gt;), Vedder membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;statement&lt;/span&gt; bahwa kisah masa lalunya yang "nggak sedap" itu bukan sebuah kepura-puraan atau "komoditas" untuk karirnya. Pada intinya, mereka (fans yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ripping off&lt;/span&gt; dan media-media) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngga&lt;/span&gt; tahu siapa sebenarnya Vedder. Inget &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quote&lt;/span&gt; terkenalnya? "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;You don't love me, you only love who you think I am. And don’t pretend that you know me.&lt;/span&gt;" (dari blog teh Tarlen - dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;witnessed by myself&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lately&lt;/span&gt;, ternyata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quote&lt;/span&gt; ini dari rangkaian konser 1994 - makin pas dengan unsur ekstrinsiknya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Everything has chains...absolutely nothing's changed&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Dan Vedder-pun mencoba bijak untuk menegaskan bahwa hal ini adalah "resiko"-nya juga (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;everything has chains&lt;/span&gt;). "Fame" akan datang juga pada akhirnya, meski juga ditegaskan olehnya bahwa hal itu ngga akan pernah merubahnya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;absolutely nothing's changed&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;statement&lt;/span&gt; yang terus dipegang, seperti dalam artikel SPIN, pasca Ten, sebetulnya bisa saja Pearl Jam membuat materi lagu yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rocking&lt;/span&gt; seperti di Ten. Tapi justru hal kaya gitu ngga akan dilakukan Vedder cs. karena ketika masa mereka sudah habis nantinya, maka musik mereka akan habis juga. Kasarnya, ketika alternatif sudah nggak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hype&lt;/span&gt; lagi, begitu juga musik mereka akan mati. Hal ini juga jadi kekuatiran Cobain, berdasarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;suicide note&lt;/span&gt;-nya: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;better to be burnt out than fade away&lt;/span&gt;". So sejak Vitalogy ini Pearl Jam merubah drastis haluan bermusiknya, membuat musik sebagai sebuah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;state of the art&lt;/span&gt;". Meski dengan segala konsekuensi, termasuk menurunnya jumlah penjualan dan jumlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;casual fans&lt;/span&gt;. "Not For You" mengawali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vitalogy&lt;/span&gt; dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;statement&lt;/span&gt; bahwa mereka akan membuat musik mereka sendiri. "Corduroy" bercerita tentang kefrutrasian mereka ditekan untuk "menyenangkan" media dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fans&lt;/span&gt; yang bukan menghargai mereka, tapi mengeksploitasi mereka. Sementara "Immortality" menutup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vitalogy&lt;/span&gt; dengan memberikan gambaran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;casualties&lt;/span&gt; (korban) dari eksploitasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rangkuman dari album paling monumental, menurut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue&lt;/span&gt;, dari Pearl Jam. Karena mengubah haluan (melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vitalogy&lt;/span&gt;) ini, mungkin juga Pearl Jam masih tetap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alive and kickin&lt;/span&gt;' sampai saat ini. Jumlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fans&lt;/span&gt;? Mungkin hanya 10 persen dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fans&lt;/span&gt; Ten yang merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;casual fans&lt;/span&gt;, tapi fans Pearl Jam saat ini adalah fans paling loyal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardcore fans&lt;/span&gt;) dari sebuah band manapun (mungkin lebih tepat disebut '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cult&lt;/span&gt;'). Lihatlah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nothing Music&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;multimedia sharing&lt;/span&gt;, dalam kapasitas lebih dahsyat), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Sky I Scrape&lt;/span&gt; (dokumenter Pearl Jam dalam wujud &lt;span style="font-style: italic;"&gt;short facts&lt;/span&gt;), (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the legendary&lt;/span&gt;) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Five Horizons&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;geek&lt;/span&gt;-nya Pearl Jam...membidani lahirnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;PJ-mology&lt;/span&gt; dan segala macam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;archives collection&lt;/span&gt; yang dahsyat), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Two Feet Thick&lt;/span&gt; (penerus Five Horizons...jika pengen bikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;essay&lt;/span&gt; tentang Pearl Jam, lihatlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;site &lt;/span&gt;ini!), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pearl Jam Reference&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;quote by quote&lt;/span&gt; Vedder cs., serta testimonial musisi lain ke Pearl Jam...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;inspiring&lt;/span&gt;), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PJ's Vault&lt;/span&gt; (kalkulasi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;summary&lt;/span&gt; lagu yang pernah dinyanyiin Pearl Jam? Dari mana gue tahu "Corduroy" adalah lagu yang paling banyak dimaenin?) dan fanbase-fanbase regional di banyak negara (Brasil, Cile, Italia, Perancis, Argentina, Ceko, dll) serta tentunya milis besar BUGS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan band-band lain yang website-nya mungkin banyak tapi isinya standar (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;discography, lyric, links, bio&lt;/span&gt;) -meski ada juga band lain yang punya loyal fans seperti PJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan secara nggak langsung, sebuah album seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vitalogy&lt;/span&gt; ternyata sangat decisive menentukan kelangsungan/eksistensi sebuah band. Kadang langkah drastis harus diambil. Kadang sebuah statement harus disampaikan. Dan pesan itu terus didengungkan Pearl Jam, karena "Corduroy" adalah materi wajib yang selalu dibawa di setiap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;setlist&lt;/span&gt; konser. Seolah ngga henti-hentinya Vedder berucap: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Love our music. Appreciate our creation. Don't ripped me off. Don't love me for what you want me to be.&lt;/span&gt;" Lagu "Corduroy" adalah bagaimana Vedder menginginkan hubungannya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fans&lt;/span&gt; terjalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards&lt;br /&gt;PS: Didedikasikan kepada komunitas (milis) Pearl Jam Indonesia. Bahkan ketika gue "nemu" milis ini dengan member yang cuman 5 orang-an, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cannot describe any happier moments..cannot say&lt;/span&gt;. Kapan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nih&lt;/span&gt; bikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;website&lt;/span&gt; kita sendiri?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-114636759969496403?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/114636759969496403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=114636759969496403&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114636759969496403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114636759969496403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2006/04/corduroy-vitalogy-and-pearl-jam.html' title='Coduroy'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/TO-TSjN3HxI/AAAAAAAAB5g/mMWOf_sX3rQ/s72-c/eddie-vedder2-by-karen-loria.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-114619946105114034</id><published>2006-04-28T10:56:00.001+07:00</published><updated>2008-10-13T15:44:24.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pearl jam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magazine article'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='translation'/><title type='text'>Pearl Jam Comes Alive</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rocker-rocker gaek yang bakal merilis album, meski konsekuensinya mengembalikan lagi ketenaran yang justru mereka benci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lorraine Ali&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Newsweek&lt;/span&gt; - Mei 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eddie Vedder masih juga menulis dengan menggunakan mesin ketik manual. Dirinya juga tetap menyimpan surat dan arsip-arsipnya di dalam sebuah tas tua buatan perang. Kartu-kartu kredit Vedder juga masih tersimpan dalam dompet plastik Batman-nya, sementara sepatunya masih memakai sepatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boot&lt;/span&gt; tua dan sepasang kaos kaki warna biru. Tidak ada yang berubah, seperti juga keengganannya untuk membicarakan segala sesuatu tentang Pearl Jam. Dia lebih suka bicara tentang politik. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The same ol' Vedder&lt;/span&gt;, meski sekarang statusnya telah meningkat sebagai seorang ayah dari putri berusia 21 bulan, yang suka menyanyikan lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;single&lt;/span&gt; terbaru ayahnya itu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;World Wide Suicide&lt;/span&gt;, di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;playgroup&lt;/span&gt;-nya. "Dia suka menari sambil melantunkan '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Suicide&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Suicide&lt;/span&gt;'." kata Vedder, "Dan itu membuat saya penasaran apa yang ada di benak orang tua murid lainnya." Sungguh pribadi yang sangat sederhana, jika kita menengok kembali rentang panjang karirnya bersama band-nya Pearl Jam. Pearl Jam adalah band yang selalu menjaga privasi mereka. Setelah sukses di debut album perdana mereka, Ten (1991) -dengan angka penjualan sebesar 10 juta kopi sampai saat ini, band asal Seattle tersebut justru menolak segala bentuk eksploitasi. Menolak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;endorsement&lt;/span&gt;, kecuali untuk peralatan musik, dan tidak pernah melakukan promosi yang berlebihan, termasuk tidak membuat video-klip yang saat ini sangat terbukti mendongkrak harga jual artis. Ditambah dengan fakta bahwa album mereka cenderung selalu menurun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hype&lt;/span&gt;-nya dibandingkan album-album pada awalnya (coba Anda sebutkan apa judul dua album terakhir Pearl Jam!). Meski melawan arus industrialisasi musik, Pearl Jam tetap dianggap sebagai band yang "penting" dewasa ini (atau justru karena mereka melawan-kah?). "Hal yang mengancam adalah justru standar normalisasi kehidupan manusia di dunia sekarang ini," ujar Vedder (41 tahun), di markas Pearl Jam yang berada di luar kota Seattle. "Ketika kita mulai melihat identitas hanya berdasarkan persepsi publik, apa yang diinginkan publik. Hal ini sangat sering saya lihat. Banyak orang yang melakukannya, dan beberapa diantaranya sangat meyakinkan, dengan imej mereka terhadap publik. Saya sendiri? Saya memilih untuk melakukan kebalikannya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang dikatakan Vedder tersebut bisa kita dengarkan dari nyanyiannya di album terbaru Pearl Jam. Album tersebut adalah album mereka yang ke-8, dan yang pertama dirilis di bawah J Records (label yang merilis album-album Alicia Keys dan Chris Brown). Album ini juga merupakan album yang paling spontan dirilis sejak album ketiga mereka, Vitalogy (1994). Masih adakah yang mendengarkan lagu-lagu Pearl Jam? Sejauh ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sih&lt;/span&gt;, masih. Radio mulai memutar kembali lagu Pearl Jam, dengan singel &lt;span style="font-style: italic;"&gt;World Wide Suicide&lt;/span&gt; bertengger di puncak tangga lagu modern rock Billboard. Dan frekuensi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;airplay-&lt;/span&gt;nya lumayan banyak untuk singel perdana dari album yang rencana dirilis 2 Mei ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita duga, bahwa Pearl Jam sebetulnya agak terganggu dengan frekuensi pemberitaan dan perhatian menyusul keberhasilan singel mereka tersebut. Di sebuah gudang tua, yang juga merupakan kantor &lt;span style="font-style: italic;"&gt;TenClub&lt;/span&gt; dan ratusan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reel&lt;/span&gt; rekaman Pearl jam, para personil Pearl Jam tengah berbaris menunggu sesi foto. Sambil terdiam, seperti halnya tahanan yang menunggu regu tembak menyiapkan amunisi. Sukses sebelumnya, dengan puluhan konser keliling dunia telah menahbiskan Pearl Jam sebagai band yang punya banyak fans. Pertanyaannya: perlukah mereka menjalani ritual promosi seperti itu lagi? Jawabannya ternyata bersifat politis. "Sudah cukup banyak suara-suara yang berisi frustrasi dan kemarahan mengisi atmosfer bumi sekarang ini," tukas Vedder (seorang perokok aktif, meski kualitas vokalnya seakan tidak pernah terpengaruh oleh hal itu). "Kita tidak ingin menambah polusi suara tersebut, tapi lebih ingin berbuat sesuatu. Sekarang bukan waktunya untuk bersikap sinis. Lihat saja, pajak kita dulunya untuk membiayai perang dan sekarang digunakan untuk membiayai perusahaan-perusahaan besar -salah satunya milik Dick Cheney- dan makin tajamnya kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Hal-hal seperti itulah yang sangat menyakiti perasaan saya." Sambil tertawa, Vedder menambahkan. "Tapi hal itu juga membuat saya berasa awet muda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album baru Pearl Jam masih tetap melancarkan serangan-serangan atas pemerintahan Bush. Album tersebut juga merupakan perpaduan sebuah album &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rock n roll&lt;/span&gt; (yang menunjukkan akar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;classic rock&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gunge&lt;/span&gt;/&lt;span style="font-style: italic;"&gt;punk&lt;/span&gt; mereka) dengan pandangan politik Vedder. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;There is a sickness, a sickness coming over me/Like watching freedom being sucked straight out to sea&lt;/span&gt;." Vedder lebih banyak memberikan sebuah gambaran sosial daripada menyampaikan ide-idenya. Di dalam lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Unemployable&lt;/span&gt;, Vedder menggambarkan seorang buruh yang tengah frustrasi karena baru saja dipecat, dan mempertanyakan di mana agama berada ketika orang seperti mereka ada di situasi seperti itu. "Musik, paling bagus ketika bisa menemukan tujuannya." ujar Vedder. "Di masa-masa sekarang, dimana semuanya serba formalitas dan kepalsuan, tujuan kita adalah 'Kita akan membuat seperti ini.' Dan sepertinya itu menjadi landasan yang bagus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pearl Jam selalu memiliki tujuan. Mulai dari perang melawan Ticketmaster di tahun 1994 -di mana gitaris Stone Gossard dan bassis Jeff Ament bersaksi di hadapan kongres menuntut penyelidikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;antitrust&lt;/span&gt; atas Ticketmaster- sampai 2004 lalu selama tur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vote for Change&lt;/span&gt;. Pearl Jam dibentuk pada saat isu tentang perang teluk pertama tengah hangat di tahun 1991. Vedder, yang saat itu berumur 24 tahun tinggal di San Diego. Dia menerima demo dari Gossard, Ament dan juga gitaris Mike McCready. Vedder kemudian mengirimkan kembali demonya ke Gossard di Seattle setelah menambahkan vokalnya di dalam kaset tersebut. Seattle, saat itu, adalah suatu tempat di mana band-band &lt;span style="font-style: italic;"&gt;underdog&lt;/span&gt; seperti Nirvana dan Soundgarden tengah sukses digaet oleh major label. "Ada semacam elemen kultural yang terjadi di Seattle, sebetulnya. Dan itu tidak ada hubungannya dengan label rekaman sama sekali," tukas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drummer&lt;/span&gt; Matt Cameron, yang bergabung bersama Soundgarden sebelum masuk ke Pearl Jam di tahun 1998. "Itu adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ground zero&lt;/span&gt;, di mana orang dari penjuru Amerika tiba-tiba datang dan berharap menjual berjuta-juta kopi. Hal itu adalah evolusi yang alamiah, dan saya pikir momen seperti itu belum pernah terjadi lagi."&lt;br /&gt;Tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scene&lt;/span&gt; tersebut juga terbukti berdampak negatif, berupa penggunaan heroin secara serampangan, dan etos yang diyakini benar oleh musisi-musisi Seattle: lebih baik mati mendadak daripada mati pelan-pelan (meski bukan etos yang familiar di dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rock n roll&lt;/span&gt;, tetapi band-band asal Seattle sepertinya sangat memegang teguh keyakinan tersebut). Pearl Jam adalah salah satu diantara (sangat) sedikit band yang masih tetap berdiri saat ini. "Stone dan saya banyak melakukan kesalahan saat masih di band lama kami, Mother Love Bone," ujar Ament, "dan itu bisa disimpulkan ketika Andy [Wood, vokalis MLB] meninggal. Saat itu kita sudah dikontrak major label, dan mereka sudah mengeluarkan 300.000 dollar untuk biaya rekaman, serta keperluan promo. Setelah Andy meninggal, kita masih menyisakan hutang sebesar 40.000 dollar kepada label sementara kita sudah tidak lagi punya uang. Saya pikir, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kalo&lt;/span&gt; misalnya nanti ada kesempatan untuk bikin band lagi, kita tidak bakalan melakukan kesalahan yang sama. Untungnya, album pertama Pearl Jam sukses, dan dengan demikian mereka (major label) bisa tetap memperbolehkan kita meneruskan langkah kita selanjutnya, secara bebas. Dari situlah konsep band kami terbentuk." Yang jelas, mereka sekarang menjadi seperti apa yang dikatakan Vedder: moderat. "Seperti: 'Maaf, kita terlalu populer.' 'Maaf, saya juga lebih suka Mudhoney dibanding dengan band kita sendiri'." Mereka mencoba berbagi "kesejahteraan" yang mereka dapat dengan mengalihkan pendengar mereka ke musik dari band/orang lain. Melakukan tur dengan beberapa band-band kecil lain, serta melakukan siaran radio sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip survival dan berbagi semacam itu kini bukan lagi menjadi permasalahan utama bagi band. Menghindarnya Pearl Jam dari gemerlapnya dunia industri musik, penolakan status rockstar, membuat album yang makin idealis serta peran Vedder dalam aktivitas politisnya justru makin membuat tebal fanatisme fans mereka -meski secara keseluruhan jumlah penggemar yang tidak fanatik bisa dibilang menurun; dan juga fakta bahwa angka penjualan album terakhir (Riot Act) hanya sepersepuluh dari penjualan Ten. Apakah Vedder risau dengan hal-hal seperti itu? Jawabnya: "Jika kita bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;survive&lt;/span&gt; dan tetap bermain musik, membuat album dan melakukan konser...serta menghidupi keluarga kita, membahagiakan komunitas kita (fans) dan juga teman-teman kita sendiri -di situlah tujuannya. Jika kita mampu mencapainya dalam keadaan industri musik seperti saat ini, itu akan jauh lebih baik. Mungkin bisa juga sebagai pertanda bahwa industri musik belum sepenuhnya "tercemar" oleh nilai-nilai komersialisme."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, semuanya bukan melulu tentang uang -meski pendapat Vedder tentang "surviving" sama dengan asumsi kita tentang uang yang banyak- dan juga belum tentu tentang politik. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It's all about the music&lt;/span&gt;, dan hanya sedikit musisi yang mampu menerjemahkan konsep itu sebaik Vedder dengan idealisme transedental-nya tentang proses kreatif dan inspirasi bermusik. "Saya membayangkan ada semacam "sorotan" ketika sebuah muncul," ujarnya, "dan jika kita tidak sesegera mungkin menerjemahkan ide tersebut, mungkin (ide tersebut) akan berubah menjadi sesuatu yang bukan seperti bayangan kita semula. Apa yang mungkin bisa membuat ide tersebut jadi bagus, malah nantinya hilang. Dan mungkin juga masih bagus, tapi sekali "sorotan" itu mengenai otak kita -&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya sudah&lt;/span&gt;. Kita harus melindunginya terlebih dahulu sebelum segala "sorotan" itu tiba."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vedder juga berpendapat: "Bagi saya, menyelesaikan album ini adalah pencapaian yang sangat melegakan. Otak saya sudah seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;iPod&lt;/span&gt;, minus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;earphone&lt;/span&gt; -banyak ide dan musik di sana, yang menunggu untuk "disalurkan. Ketika rekaman selesai, rasanya (ide dan musik) sudah tersalurkan. Saya juga punya puteri berumur 21 bulan, dan tentunya saya tidak akan membiarkan dirinya tumbuh liar, dengan ayahnya yang seperti professor gila ini. Seromantis mungkin, saya pikir dia juga berhak yang terbaik dari saya." Pearl Jam yang dulunya bermasalah dengan persoalan seputar ketenaran dan uang, sekarang permasalahan mereka adalah banyaknya inspirasi yang harus disalurkan. Dan dengan seperti itupun mereka masih sangat bagus, jadi sungguh memalukan bagi kita yang berpendapat segala sesuatunya (dalam hidup) adalah serba-susah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-114619946105114034?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/114619946105114034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=114619946105114034&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114619946105114034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114619946105114034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2006/04/pearl-jam-comes-alive.html' title='Pearl Jam Comes Alive'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-114595579961151159</id><published>2006-04-25T14:02:00.001+07:00</published><updated>2008-10-13T15:45:11.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pearl jam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magazine article'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='translation'/><title type='text'>TIME's Controversial Article 1993</title><content type='html'>Sebuah artikel kontrovesial dari majalah TIME di tahun 1993 tentang musik alternatif. Artikel yang kemudian menuai banyak protes dan sampai sekarang menjadi salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cover story&lt;/span&gt; majalah terkenal tersebut yang dilarang di-publish ulang. Pandangannya memang banyak menempatkan subjek-subjek pelaku scene alternatif sebagai komoditas industri musik, berlawanan dengan etos kerja mereka sendiri yang puritan. Mungkin inilah satu-satunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scene&lt;/span&gt; musik yang bereaksi keras terhadap pemberitaan media massa yang mungkin untuk kalangan saat ini justru akan mendorong ke puncak popularitas. Bagaimana kontroversialnya, coba baca sendiri dari versi yang gw terjemahin ke bahasa Indonesia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;for your convinience&lt;/span&gt;. Dan nantinya bisa kita diskusikan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;TIME, October 25, 1993 Issue p.60 (Cover Story)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Rock's Anxious Rebels&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;A young, vibrant alternative scene has turned music on its ear. But are the new stars too hot to be cool?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;By Christopher John Farley&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Inilah cerita tentang petugas pom bensin dan siswa DO dari SMA yang mampu menghasilkan lebih dari 50 juta dollar bagi perusahaan rekaman, serta menempatkannya di tengah-tengah kebisingan jagat rock n roll.&lt;br /&gt;Hanya berselang tiga tahun lalu, Eddie Vedder (28 tahun) masih bekerja di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shift&lt;/span&gt; malam sebuah pompa bensin di San Diego. Kadang juga mengatakan jika dirinya dulu bekerja sebagai satpam agar tampak lebih mengesankan. Tapi dia sudah tidak perlu kuatir lagi tentang hal-hal tersebut, di mana dirinya telah menjadi "dewa" bagi dunia rock lantaran posisinya sebagai penyanyi dan penulis lirik untuk band Pearl Jam. Album debut band-nya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ten&lt;/span&gt;, telah menjual kurang lebih 6 juta kopi dan bercokol di Top30 chart album &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Billboard&lt;/span&gt; selama lebih dari 90 minggu setelah dirilis. Minggu ini, kuintet asal Seattle tersebut akan merilis album keduanya, bertitel &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vs&lt;/span&gt;, yang diharapkan menjadi salah satu album dengan penjualan terbaik tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rock n Roll' Hall of Fame&lt;/span&gt; belum selesai dibangun di Cleveland, Ohio. Tapi jika sudah selesai, sebaiknya mereka mulai menyiapkan salah satu ruangannya untuk Vedder. Dia memiliki semua persyaratan sebagai rockstar. Apakah dirinya memiliki pengalaman tragis di masa lalu? Yap. Apakah dia memiliki selera yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;edgy&lt;/span&gt; dan menarik secara sensual untuk dikupas, seperti halnya Jim Morrison? Tentu. Apakah dia menolak untuk terjerat stereotipikal seorang rockstar, yang tentunya akan membuat dia tampak sedikit lebih "asli"? Pasti. Apakah dia senang tampil sebagai cover majalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;TIME&lt;/span&gt;? Tidak mungkin.&lt;br /&gt;Vedder adalah produk dari mencuatnya dunia rock alternatif, sebuah genre musik yang menolak nilai-nilai komersial dari pop &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mainstream&lt;/span&gt;. Alternatif tidak memiliki definisi yang spesifik, tetapi bisa dirasakan. Musisi-musisinya rata-rata menolak hingar-bingar dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;showbiz&lt;/span&gt;. Mereka juga mendukung pergerakan-pergerakan sosial tertentu. Beberapa di antara mereka menolak untuk berpacaran dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;groupies&lt;/span&gt; atau model. Musik mereka biasanya berorientasi pada gitar, dengan beberapa sentuhan eksperimental. Liriknya juga lebih banyak bicara tentang perasaan-perasaan seperti: kekecewaan, tertekan dan kebingungan apabila dibandingkan dengan pendekatan musik pop yang lebih ke hal-hal percintaan. Rock alternatif adalah reaksi, terutama di antara generasi usia 20-an, setelah sekian lama dicekoki dengan hal-hal yang berhubungan dengan perubahan warna rambut Madonna atau liputan MTV tentang bokong George Michael.&lt;br /&gt;Rock alternatif sendiri telah muncul selama beberapa tahun sebelum masa ini, dan selama itu tengah menunggu giliran untuk mencuat ke permukaan. Band asal Georgia, REM adalah pionir musik alternatif di pertengahan dekade 80-an yang naik ke mainstream bahkan sebelum Pearl Jam terbentuk. Tetapi kondisi sekarang adalah band-band rock alternatif tengah memenuhi tangga-tangga lagu, mulai dari kuartet arty-rock Smashing Pumpkins sampai ke yang berbau folk macam Soul Asylum. Program &lt;span style="font-style: italic;"&gt;MTV's Alternative Nation&lt;/span&gt; dan tur festival Lollapalooza, yang menampilkan band-band baru tersebut, menjadi ajang yang sangat populer pada waktu itu.&lt;br /&gt;Dan di situlah letak kontroversinya: msuik alternatif sekarang menjadi kekuatan paling besar dari dunia musik mainstream. Hal itu memicu krisis identitas dan kerancuan antara musisi-musisi dan juga penggemarnya. Para penggemar akan terus berpikir jika para musisi-musisi tersebut sekarang menjadi seorang rockstar, bukankah berarti mereka menjadi objek yang kita benci sebelumnya? Dan dari hal itu, tidak ada yang lebih baik untuk diangkat menjadi cermin kasus pergulatan idealisme musik alternatif tersebut daripada kisah sukses Pearl Jam. Band yang digandrungi banyak orang, tetapi kurang disukai kalangan musisi sendiri karena memandang Pearl Jam sebagai band yang komersil dan oportunis, memanfaatkan ketenaran sesama band Seattle lain, Nirvana. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Frontman&lt;/span&gt; Nirvana, Kurt Cobain menyebut band seperti Pearl Jam sebagai band yang nebeng popularitas musik alternatif. Cobain dan band-nya baru saja merilis album baru, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;In Utero&lt;/span&gt;, yang bisa dibilang sukses (tiga minggu setelah dirilis, album tersebut bertengger di peringkat 3 tangga lagu Billboard).&lt;br /&gt;Vedder, yang sebelumnya telah banyak mengungkapkan tentang konflik batinnya, seakan ditahbiskan dari apa yang dulunya "pecundang" kini menjadi idola. "Tiap kali ada kesuksesan yang datang secepat kilat, seperti sukses band kami, tentu akan memicu keresahan-keresahan di dalam diri kita," ujar Vedder pada koran Inggris &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Melody Maker&lt;/span&gt;. "Saya mengalami banyak kesulitan untuk mengenali diri saya. Saya berkata sejujurnya: bahwa ketika saya melihat gambar dari band atau gambar saya di sebuah halaman majalah, saya sangat membenci orang (yang ada di halaman) itu."&lt;br /&gt;Untuk menjaga tradisi musik rock, alternatif telah berkata dengan jelas bahwa kuncinya adalah dengan memberontak. Musisi dan juga penggemarnya rata-rata akan berpendapat bahwa hidup itu tidak adil, dan hal itu telah tertanam sejak usia mereka masih rawan untuk menerima kenyataan hidup. Musik alternatif adalah suara dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;broken-home&lt;/span&gt;. Jika kita adalah remaja atau berusia 20-an, kemungkinan orang tua kita sudah bercerai. Musik alternatif lantas menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soundtrack&lt;/span&gt; emosional bagi kondisi tersebut, dan mengungkapkan secara tegas tentang isu "ke-terlantar-an" dan ketidakadilan yang pelik. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I tried to have a father/But instead I had a dad&lt;/span&gt;," demikian yang dinyanyikan Kurt Cobain dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;In Utero&lt;/span&gt;. Salah satu lagu paling terkenal dari Pearl Jam, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jeremy&lt;/span&gt;, adalah lagu tentang seorang anak kecil yang menembak dirinya sendiri di dalam kelasnya: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Daddy didn't give attention/To the fact that Mommy didn't care.&lt;/span&gt;" Kepekaan Pearl Jam untuk mengungkapkan "kemarahan" tersebut menyejajarkan mereka dengan band seperti The Who atau U2.&lt;br /&gt;Akankah mereka bisa melalui tahap "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hype&lt;/span&gt;" ini? Sementara Pearl Jam, Nirvana dan yang lainnya tengah berjuang untuk menyampaikan ekspresinya, para pengamat tren juga tengah mengamati mereka selama dua tahun belakangan. Para pengamat tren tersebut lebih tertarik untuk mengulas bagaimana cara mereka berpakaian dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scene&lt;/span&gt; Seattle tempat mereka berasal. Gaya berpakaian mereka yang kemudian dikenal nama gaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Grungy&lt;/span&gt; dicirikan oleh kemeja flanel dan jaket Corduroy yang agak lusuh dan robek-robek. Pada salah satu sesi foto, majalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vanity Fair&lt;/span&gt; bahkan mendandani kaum elit dan selebritis Manhattan dengan flanel dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jeans&lt;/span&gt;. Eksploitasi seperti inilah yang membuat risih generasi muda Amerika terhadap kata "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;grunge&lt;/span&gt;". Tetapi band seperti Pearl Jam telah memberikan perlawanan terhadap eksploitasi semacam itu, dengan lebih menekankan apresiasi terhadap musik mereka ketimbang gaya berpakian mereka.&lt;br /&gt;Dalam kerangka pengaruh, musisi-musisi alternatif diilhami oleh gerakan-gerakan di dalam sejarah rock. Dekade 60-an memunculkan semangat protes sosial dan kebebasan berekspresi. Sementara di kahir dekade 70-an memunculkan semangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;do-it-yourself&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;d.i.y&lt;/span&gt;) dari kultur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;punk&lt;/span&gt; termasuk di dalamnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;slam-dancing&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stage-diving&lt;/span&gt; yang diangkat kembali oleh musik alternatif. "Kita meniru segalanya kok," ujar Shannon Hoon, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lead singer&lt;/span&gt; Blind Melon, yang telah menjual lebih dari satu juta kopi dari album debutnya tahun ini. Trik-nya adalah meniru riff-riff dari musisi yang telah lama dan akan terdengar baru bagi khasanah musik modern. Bahkan band teatrikal Kiss, yang anggotanya memakai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;make-up&lt;/span&gt; di panggung, termasuk salah satu pengaruh bagi beberapa musisi-musisi alternatif saat ini. "Saya sangat suka dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;God of Thunder&lt;/span&gt;, Gene Simmons (bassist Kiss, ed)," kata Kat Bjelland, lead singer dari grup punk cewek Babes in Toyland. "Mereka berpengaruh karena mereka sangat orisinil, dan juga sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;evil&lt;/span&gt;!"&lt;br /&gt;Rocker alternatif akan berhati-hati untuk menyatakan mengambil referensi dari musisi lain karena secara orisinal, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sound&lt;/span&gt; yang mereka hasilkan (secara independen) lebih bisa dibanggakan sebagai representasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;d.i.y&lt;/span&gt; meski jauh dari standar perusahaan rekaman. "Saya tidak suka dilabeli," tukas rocker alternatif Juliana Hatfield, seorang cewek manis dengan suara yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;girlish&lt;/span&gt; dan gitar yang menyalak. "Tapi jika kalian ingin melabeli saya pada kategori tersebut (alternatif) juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngga&lt;/span&gt; apa, soalnya dimasukkan ke label alternatif berarti ada sedikit respek untuk musik saya. Itu berarti kita telah melakukan sesuatu sesuai dengan kemauan kita, etos kerja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;d.i.y&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Vedder Listened to the Tape, Then He Went Surfing. Lyrics Came to Him.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan alternatif dipengaruhi oleh inisiatif beberapa label indie yang menjamur di era 80an, ketika major label hanya fokus kepada musisi seperti Bruce Sringsteen dan Madonna. Label Sub Pop di Seattle juga berdiri di masa ini, 1986, untuk menangkan esensi pergerakan musik alternatif, kemudian memasarkannya dan siap untuk mengentaskan musik alternatif ke jenjang yang lebih tinggi. Pendiri Sub Pop, Jonathan Poneman dan Bruce Pavitt menggambarkan label mereka sebagai Motown dalam skala kecil untuk kawasan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Northwest&lt;/span&gt;. "Permasalahan industri musik di tahun 80-an adalah ketika major label tidak banyak memberi kesempatan kepada ide-ide bermusik yang termasuk baru," kata Pavitt, yang sebelumnya bekerja untuk perusahaan musik Muzak.&lt;br /&gt;Sub Pop memliki "telinga" yang jeli. Mereka memproduksi beberapa band yang sukses secara nasional pada album pertama mereka: Nirvana, Smashing Pumpkins, Soundgarden dan Alice in Chains. Tidak lama kemudian, band-band tersebut menjadi terkenal, dan berpindah ke major label. Major label menjadikan label-label indie sebagai pemasok mereka, setelah salah satu band terbaik Sub Pop: Nirvana beralih dari label tersebut ke Geffen pasca terjualnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nevermind&lt;/span&gt; sejumlah 4 juta kopi. Band-band yang biasanya bermain di klub kecil tiba-tiba ditawari kontrak senilai 300.000 dollar. Fenomena ini juga ditengarai dengan menurunnya musik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mainstream&lt;/span&gt; saat itu yang tentu membuka kesempatan bagi musisi alternatif untuk menarik perhatian label &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mainstream&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Pearl Jam, secara kebetulan, terbentuk dari sisa-sisa band Sub Pop yang bernama Green River. Legenda rock yang pecah gara-gara perbedaan konsep bermusik. Bassis Jeff Ament dan gitaris Stone Gossard keluar dari band gara-gara berbeda pendapat dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lead vocalist&lt;/span&gt; mereka yang tetap ingin bereksperimen sebagai jiwa sejati musik alternatif. Sementara, Ament dan Gossard ingin mengejar ambisi menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rockstar&lt;/span&gt;. Band bentukan Ament dan Gossard selanjutnya, Mother Love Bone, menggabungkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sound&lt;/span&gt; heavy metal dengan nada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;easy-listening&lt;/span&gt;. Ketika band ini mulai berkembang ke popularitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mainstream&lt;/span&gt; di tahun 1990, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lead singer&lt;/span&gt;-nya meninggal karena overdosis heroin.&lt;br /&gt;Kemudian masuk Eddie Vedder, yang saat itu tinggal di San Diego, menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;frontman&lt;/span&gt; dari band yang bernama unik -entah rekayasanya atau tidak- Bad Radio. Seorang rekannya memberikan kaset yang dilabeli "DEMO STONE GOSSARD '91", dan mengatakan kepada Vedder bahwa gitaris band dalam kaset itu tengah mencari penyanyi. Vedder mendengarkan kaset tersebut, kemudian pergi surfing dan mendapatkan inspirasi lirik di tengah-tengah surfing. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Son she said/Have I got a little story for you&lt;/span&gt;." Vedder segera kembali ke apartemennya, dan menulis tiga buah lagu serta menyanyikannya langsung dengan musik dari kaset demo Gossard. Dia kemudian mengirim rekaman tersebut ke Seattle. Bassis Jeff Ament mendengarkan dengan seksama, dan terkesan dengan suara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;growl&lt;/span&gt; musisi asal California tersebut. Dia mengungkapkan di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rolling Stone&lt;/span&gt;, bahwa dia sempat memutar rekaman tersebut tiga kali sebelum kemudian menelpon, "Stone," ujar Ament di telepon, "sebaiknya kamu ke sini sekarang."&lt;br /&gt;Salah satu dari lagu-lagu tersebut nantinya akan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alive&lt;/span&gt;, lagu Pearl Jam paling hit. Lagunya bercerita tentang seorang ibu yang mengabarkan sebuah berita buruk bagi anaknya: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;While you were sitting home alone at age thirteen/Your real daddy was dying&lt;/span&gt;." Emosi dari lagu Alive tersebut berasal dari kisah hidup Vedder sendiri. Vedder lahir di Chicago, sulung dari empat bersaudara. Rekaman pertama yang disukainya adalah rekaman-rekamana Motown, beberapa lagu dari Michael Jackson waktu masih muda. Kemudian beralih ke lagu-lagu Neil Young, dan berlanjut ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quadrophenia&lt;/span&gt; dari the Who. Album &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quadrophenia&lt;/span&gt; tersebut disebutnya sebagai sebuah cerminan dari trauma para remaja. Vedder tidak pernah mengenal ayah kandungnya. Dia dibesarkan oleh pria yang disangkanya sebagai ayah kandungnya, dan sering berselisih paham dengannya. Seiring dengan waktu, ibunya memberi tahu Vedder tentang fakta ayah kandungnya. Vedder kemudian pindah ke San Diego, dan ayah kandungnya diketahui kemudian hari bahwa dia meninggal karena komplikasi kanker &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sclerosis&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Vedder kemudian datang ke Seattle, menyusul rekaman yang dia berikan sebelumnya, di mana gitaris Mike McCready dan drummer Dave Krusen telah bergabung dalam lineup band (Krusen kemudian digantikan Dave Abruzzese). Band tersebut kemudian bergabung dengan major label kepunyaan Sony: Epic Records. Tetapi ketika album pertama tersebut rilis, di tahun 1991, personel Pearl Jam tengah berada di antara hiruk pikuk hype band-band dari Seattle. Nirvana terlebih dahulu melejit dengan lagu anthem mereka, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Smells Like Teen Spirit&lt;/span&gt;. Ketika Pearl Jam kemudian menarik perhatian sebagai band besar dari Seattle setelah Nirvana, Kurt Cobain seolah keberatan untuk berbagi "sorotan" tersebut, dengan mengatakan Pearl Jam sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rockers&lt;/span&gt; yang kuno dan plagiat.&lt;br /&gt;"Semua seolah ingin menjelek-jelekkan, hanya karena Pearl Jam sangat sukses waktu itu," ujar Eddie Roeser, lead singer band asal Chicago Urge Overkill. "Mereka (Pearl Jam) hanya ingin mencoba membuat musik yang jujur - bukan salah mereka dong, kalo lantas sukses secara komersial."&lt;br /&gt;Ketenaran Pearl Jam dibangun dari lagu-lagu hits mereka semacam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alive&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Even Flow&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jeremy&lt;/span&gt;. Tetapi apa yang sebenarnya menempatkan mereka di jajaran papan atas adalah performa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;live&lt;/span&gt; mereka yang didominasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;power&lt;/span&gt; vokal dan atraksi di atas panggung yang mempesona dari Eddie Vedder. Aksinya seolah mengingatkan kepada binatang liar yang lepas dari kandangnya. Di tahun-tahun pertama, dia sangat suka berbaur dengan penonton, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;crowd surfing&lt;/span&gt; di atas tangan penonton. Vedder juga pernah memanjat rangka panggung, dan bergelantungan di ketinggian yang ekstrim. Setelah itu dia masih sanggup berdiri di panggung memegang mik, mulai mengeluarkan emosinya bersama dengan lagu yang dinyanyikannya. "Saya sebetulnya agak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;males&lt;/span&gt; menonton gayanya (Vedder) menyanyi sambil bersedakap," tukas Kim Thayil dari Soundgarden ketika ditanya tentang pertama kali melihat Vedder menyanyi di sebuah klub di Seattle. "Tapi lagu yang dinyanyikan Eddie bisa sampai menggetarkan bulu kuduk." Pearl Jam menegaskan reputasinya sebagai band besar pada Agustus(1993) lalu di gelaran MTV Video Music Awards, di mana band tersebut sanggup menyabet empat penghargaan dari nominasi di lima kategori, termasuk "Best Video of the Year" untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jeremy&lt;/span&gt;, serta tampil bersama Neil Young untuk menyanyikan versi dahsyat dari lagi Neil Young, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rockin in the Free World&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Album baru Pearl Jam, yang penuh dengan konfrontasi buas, bertitel &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Five Against One&lt;/span&gt; sebelum akhirnya diganti pada saat-saat akhir dengan titel Vs (hasilnya, beberapa cetakan pertama masih menggunakan titel lama). Album baru tersebut menggabungkan perspektif dan kritik politis dengan pemberontakan ala-punk. Musiknya terdiri dari lapisan-lapisan gitar dan perkusi. Sementara nada-nya banyak menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;power&lt;/span&gt; heavy metal tetapi masih melodis untuk dinikmati sebagai karya pop yang prima. Beberapa lagu didalamnya bercerita tentang kritik tajam untuk budaya masyarakat patriarki. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Glorified G&lt;/span&gt; misalnya, menyerang perilaku masyarakat rural dengan budaya senjata-nya: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Got a gun/Fact I got two/That's okay man, 'cause I love God&lt;/span&gt;." Lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;W.M.A&lt;/span&gt; juga merupakan kritik terhadap kasus kejahatan rasial yang populer waktu itu, ketika seorang berkulit hitam bernama Malice Green dipukuli sampai mati dengan senter oleh sekelompok oknum dari kepolisian Detroit. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;White Male American/Do no wrong&lt;/span&gt;," demikian lantunan lagunya. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dirty his hands it comes right off&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;Ironisnya, inisial W.M.A tersebut juga bisa dilabelkan untuk golongan masyarakat yang membeli album-album Pearl Jam. Malah, itu juga bisa dilabelkan untuk band-nya sendiri, dan juga sebagian besar pelaku scene rock alternatif, meski musisi perempuan juga mulai bermunculan. Di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;liner note&lt;/span&gt; album kompilasi Nirvana, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Incesticide&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lead singer&lt;/span&gt; Kurt Cobain menuliskan, "Jika di antara kalian ada yang benci dengan homoseksual, orang-orang dengan warna kulit yang berbeda, atau kepada wanita, tolong lakukan hal ini - &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leave us the f___ alone&lt;/span&gt;!" Dan Scott Weiland, penyanyi berambut pirang untuk band Stone Temple Pilots - band pendatang baru yang "mirip" grunge yang mempunyai sebuah lagu anti-pemerkosaan berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sex Type Thing&lt;/span&gt; - mengaku merasa terganggu ketika melihat sekelompok pemuda golongan menegah ke atas yang keren di konsernya, seperti halnya kelompok anak muda yang sering memukulinya di masa SMA dulu.&lt;br /&gt;Musisi alternatif kebanyakan rendah hati, berbeda dengan musisi-musisi "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;white-male-rock&lt;/span&gt;" di dekade sebelumnya. Mereka (musisi alternatif) cenderung berprinsip &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anti-sexist&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pro-tolerance&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pro-underdog&lt;/span&gt;, baik itu untuk hak-hak manusia atau lingkungan. Demikian juga dengan musisi alternatif dari kalangan perempuan. Ketika Liz Phair, seorang penyanyi intelektual berumur 26 tahun dari Chicago, menyanyikan lagu-lagu eksplisit dari album debut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Exile from Guyville&lt;/span&gt; di hadapan orang tuanya, dia terkejut dengan reaksi keduanya. "Pertama kali ibu saya mendengarkannya, dia menangis," kata Phair. "Bukan karena dia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shock&lt;/span&gt;, tapi lebih karena dia mendengarkan sesuatu yang sangat menghibur dari puteri-nya."&lt;br /&gt;Banyak musisi-musisi alternatif yang mencoba melebarkan pangsa demografisnya dengan membuka musik mereka untuk lebih inklusif. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Roadshow&lt;/span&gt; tahunan bertajuk Lollapalooza yang sangat membantu musisi lokal ke kancah nasional, mulai menampilkan aksi dari musik rap seperti Arrested Development atau Ice Cube. "Banyak anak-anak kulit putih yang enggan datang ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;show&lt;/span&gt; anak-anak kulit hitam," ujar Ted Gardener, produser Lollapalooza. "Mereka akan membeli albumnya, tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggak&lt;/span&gt; akan nonton band-nya. Mereka takut kalau terjadi apa-apa yang bisa membahayakan nyawanya. Dan beberapa anak-anak kulit hitam juga merasakan hal yang sama tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;show&lt;/span&gt; anak-anak kulit putih. Kita sedang mengusahakan untuk membuat suatu genre musik baru yang memadukan keduanya." &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Soundtrack&lt;/span&gt; dari film Judgement Night menampilkan kolaborasi rapper Sir-Mix-A-Lot dengan band alternatif Mudhoney. "Alternatif dan rap tumbuh karena hal yang sama," kata Sir-Mix-A-Lot. "Kita sama-sama melakukan pertama kali di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;basement&lt;/span&gt; dan terus tumbuh keluar sampai menarik perhatian major label."&lt;br /&gt;Meski demikian, akan selalu ada tuduhan hipokrit terhadap gerakan-gerakan yang menyanjung tinggi kemurnian dan anti-komersialisme. Terutama jika sudah menyangkut banyak uang. Pergerakan musik alternatif juga demikian, dengan mulai mengalami pergeseran dari ide-ide semula yang melandasinya: semangat anti-kemapanan, dan semangat membuat musik untuk menyalurkan ekspresi jiwanya. "Mereka sangat menarik bagi kami, karena dunia tempat generasi kami bisa dibilang sudah mati. Tidak ada lagi yang bisa dijadikan harapan selepas sekolah nantinya," kata Bonnie O' Shea, pelajar dan sekaligus DJ di sebuah Universitas Negeri Oneonta, New York. Tetapi ketika 5 juta orang membeli sebuah album, itu sudah menjadi seperti barang reject. Beberapa di antara mereka mungkin menjadi fans Rush Limbaugh, hanya karena suka dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beat&lt;/span&gt;-nya. "Saya pikir fans-fans baru (musik alternatif) itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngga pada ngerti&lt;/span&gt; apa yang mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dengerin&lt;/span&gt;," lanjut O'Shea. "Saya harap ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cuman&lt;/span&gt; sebentar, soalnya saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengen&lt;/span&gt; musik favorit saya itu kembali."&lt;br /&gt;Memangnya ini musik siapa? Orang biasanya akan mencari tahu apa yang disuka oleh anak-anak, menggandakannya (atau membuat replikanya) dan kemudian menjualnya lagi kepada mereka. Apakah anak-anak suka rap? Mari kita beri Vanilla Ice! Biasanya produk hasil replika yang berorientasi pada anak muda menjadi terlalu "jelas meniru" produk aslinya. Cocok memang. Tapi begitu anak muda beranjak dewasa, dia akan segera tahu mana yang asli dan mana produk replika. Begitu pula dengan musik alternatif. Segera muncul perdebatan tentang mana yang asli dan mana yang replika. Seperti percakapan berikut yang diambil dari serial animasi MTV, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beavis and Butt-head&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beavis&lt;/span&gt; (sambil melihat video Plush dari Stone Temple Pilots): Apakah ini Pearl Jam?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Butt-head&lt;/span&gt;: Wajahnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;didandanin&lt;/span&gt; mirip Eddie Vedder.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beavis&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nggak&lt;/span&gt;, Eddie Vedder yang dandan mirip dia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Butt-head&lt;/span&gt;: Band ini keluar duluan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kok&lt;/span&gt;, dan Pearl Jam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;niru&lt;/span&gt; mereka.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beavis&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ngga&lt;/span&gt;. Pearl Jam duluan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Butt-head&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well, they both suck&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di komunitas indie mulai khawatir jika pergerakan musik alternatif akan ditunggangi oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mainstream&lt;/span&gt;. "Salah satu yang saya pikir sangat berpengaruh negatif terhadap etos &lt;span style="font-style: italic;"&gt;underground&lt;/span&gt;," ujar Bill Wyman, kolumnis koran alternatif di Chicago, "adalah pudarnya semangat yang dulu ada di '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;scene&lt;/span&gt; lokal kita', tempat dimana kita bisa bermain dengan bebas, ngga ingin punya banyak fans, ngga ingin dikontrak major label dan ngga keren kalo populer atau mempublikasikan band kita."&lt;br /&gt;Kurt Cobain dari Nirvana pernah menulis sebuah lagu berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;School&lt;/span&gt; yang memberi perspektif konyolnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scene&lt;/span&gt; alternatif. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;You're in high school again! No recess!&lt;/span&gt;" Seperti halnya di sekolah, beberapa gaya yang dikategorikan sebagai "keren". Di kancah musik alternatif apa yang tidak sesuai kemudian dicemooh. Tahun ini pula, band yang banyak dipuji, Smashing Pumpkins mengeluarkan singel berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cherub Rock&lt;/span&gt;, sebuah kritik tajam terhadap dogmatisme musik alternatif: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stay cool/And be somebody's fool this year&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;"Banyak parameter yang menungkapkan bahwa orientasi komunitas musik alternatif adalah mengkritik masyarakat," tandas Billy Corgan, vokalis Smashing Pumpkins. "Dan juga, itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kaya&lt;/span&gt; kembali ke masa SMA...'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue ngga suka baju lo&lt;/span&gt;'. Hal-hal seperti itulah yang menjadi stigma musik alternatif."&lt;br /&gt;Bila band-band alternatif terus membanjiri kancah musik mainstream, maka mungkin kata "alternatif" itu sendiri sudah tidak tepat lagi. Seperti halnya "progressive rock" yang sudah tidak layak lagi digunakan selepas dekade 80-an. "Alternatif" telah menjadi alat marketing. "Lima menit yang lalu, saya melihat sebuah iklan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bud Dry&lt;/span&gt;: 'Bir Alternatif dengan rasa alternatif,'" ujar Jim Pitt, yang membuking tampil di program NBC: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Late Night with Conan O'Brien&lt;/span&gt;. "Nggak lama lagi, kalian akan menemukan sebuah iklan dimana ada gambar orang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moshing&lt;/span&gt;, '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keluarlah dari &lt;/span&gt;mosh pit&lt;span style="font-style: italic;"&gt; dan minumlah &lt;/span&gt;Buick.' Itu udah jadi daur-budaya masyarakat Amerika. Semuanya akan dieksploitasi."&lt;br /&gt;Pearl Jam sekarang ada di dalam masa percobaan, dipaksa untuk membuktikan bahwa sukses mereka tidak merusak esensi mereka. Band dan label rekaman mereka segera merespon dengan membatasi kegiatan promosi, dan bahkan tidak membuat satupun video promo. Beberapa kritikus mengungkapkan bahwa anggota Pearl Jam tidak bisa menangani kesuksesan dengan baik. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gue denger&lt;/span&gt; Eddie Vedder komplain tentang MTV. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaya dia diiket aja&lt;/span&gt; waktu bikin video &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jeremy&lt;/span&gt; atau dipaksa teken kontrak ke major label," gerutu VJ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alternative Nation&lt;/span&gt; yang bernama Kennedy. Dia menambahkan: "Jangan gigit tangan yang memberimu makan, dan jika kamu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngga laper&lt;/span&gt;, menjauhlah dari dapur."&lt;br /&gt;Meski demikian, dalam beberapa hal, Vedder menunjukkan keseimbangan dari seorang surfer sejati. Dampak paling drastis dari dirinya hanyalah dia sekarang menenggak sebotol anggur ketika pentas. Dia masih bersama pacar yang sama sejak 9 tahun yang lalu, Beth Liebling. Bahkan perseteruan dengan Nirvana juga telah mereda. "Semua udah beres sekarang, hubungan kita baik-baik saja," ujar Vedder kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Melody Maker&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Di album pertamanya, Eddie Vedder menulis lagu berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Release&lt;/span&gt;, yang liriknya mungkin berdasarkan pengalaman paling pahit dalam kehidupan Vedder. Bahkan terlalu pahit utuk ditulis di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sleeve&lt;/span&gt; CD-nya. Liriknya menangkap esensi emosinya di masa lalu, dengan segala luka dan kontroversinya untuk berjalan menyambut masa kini dan masa depannya. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'll ride the wave/ Where it takes me&lt;/span&gt;," nyanyi Vedder tentang ayah kandungnya yang meninggal. Menyampaikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;statement&lt;/span&gt; bahwa meski dia adalah pribadi yang sama sekali berbeda, tetapi tidak mungkin melepaskan dari ikatan mereka orang tua dan anak dan sifat yang mungkin diwarisi ari ayahnya. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'll hold the pain/ Release me&lt;/span&gt;." Itu adalah sikap yang sangat dewasa di dalam genre musik yang dikendalikan oleh nafsu-nafsu anak SMA. Jika dia tetap memelihara sikap seperti itu, maka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dropout&lt;/span&gt;-an sekolah yang kini menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rockstar&lt;/span&gt; tersebut siap menjadi ketua kelas. -&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;With reporting by Patrick E. Cole/Los Angeles and Lisa McLaughlin/New York&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-114595579961151159?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/114595579961151159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=114595579961151159&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114595579961151159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114595579961151159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2006/04/times-controversial-article-1993.html' title='TIME&apos;s Controversial Article 1993'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-114379827877622711</id><published>2006-03-31T16:42:00.000+07:00</published><updated>2006-03-31T16:44:38.810+07:00</updated><title type='text'>Song Request: Blackbird</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Blackbird&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;Lennon/McCartney&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;Blackbird singing in the dead of night&lt;br /&gt;Take these broken wings and learn to fly.&lt;br /&gt;All your life&lt;br /&gt;You were only waiting for this moment to arise.&lt;br /&gt;Blackbird singing in the dead of night&lt;br /&gt;Take these sunken eyes and learn to see.&lt;br /&gt;All your life&lt;br /&gt;You were only waiting for this moment to be free.&lt;br /&gt;Blackbird fly, Blackbird fly&lt;br /&gt;Into the light of the dark black night.&lt;br /&gt;Blackbird fly, Blackbird fly&lt;br /&gt;Into the light of the dark black night.&lt;br /&gt;Blackbird singing in the dead of night&lt;br /&gt;Take these broken wings and learn to fly.&lt;br /&gt;All your life&lt;br /&gt;You were only waiting for this moment to arise&lt;br /&gt;You were only waiting for this moment to arise&lt;br /&gt;You were only waiting for this moment to arise&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;***&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Salah satu lagu The Beatles yang paling &lt;i&gt;gloom&lt;/i&gt; dan "&lt;i&gt;dark&lt;/i&gt;". &lt;b&gt;Blackbird&lt;/b&gt; adalah kiasan atau metafora dari kematian. Secara harafiah, &lt;i&gt;Blackbird&lt;/i&gt; itu adalah burung gagak, yang konon akan bersuara kalo akan ada orang yang mati. Bait isi, bercerita cukup jelas tentang kematian. Dengan mengatakan: "&lt;i&gt;all your life, you're only waiting for this moment to arise&lt;/i&gt;" (sepanjang hayat, kita hanya menunggu momen ini (kematian) datang). Mungkin secara sepihak, &lt;i&gt;Blackbird&lt;/i&gt; bercerita tentang &lt;i&gt;desperate&lt;/i&gt;-nya (seorang) manusia menghadapi kenyataan di dunia sehingga memilih bersiap menjemput ajal (&lt;i&gt;waiting for this moment to be free&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;Don't be afraid to die, cause it'll come no matter what!&lt;br /&gt;All your life, we're only waiting for those moment to be free&lt;/i&gt;!&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;***&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Requested by: Ikka (paravory@lycos.com)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-114379827877622711?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/114379827877622711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=114379827877622711&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114379827877622711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114379827877622711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2006/03/song-request-blackbird.html' title='Song Request: Blackbird'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-114127718375096566</id><published>2006-03-02T11:54:00.001+07:00</published><updated>2008-10-13T15:46:54.766+07:00</updated><title type='text'>Pearl Jam 8th Studio Album</title><content type='html'>Pearl Jam tengah bersiap merilis album baru, yang direncanakan edar tanggal 2 Mei nanti. Album yang rencananya berjudul "Pearl Jam" (selftitled) ini adalah studio album ke-8 setelah 3 tahun yang lalu mengeluarkan "Riot Act". Salah satu &lt;em&gt;track &lt;/em&gt;yang direncanakan menjadi singel, berjudul "WorldWide Suicide" sudah bisa didonlot versi &lt;em&gt;preview&lt;/em&gt; 15 detik-nya. Eddie Vedder mengatakan jika album ini akan kembali ke &lt;em&gt;root&lt;/em&gt; lagu-lagu Pearl Jam seperti pada era "Vs" dulu. Dalam preview lagu "WorldWide Suicide" memang terkesan model lagu yang berlandaskan &lt;em&gt;angst&lt;/em&gt; suara gitar, meski menurut pendapat saya malah lebih mirip dengan model riff lagu "Do the Evolution". &lt;em&gt;Anyway&lt;/em&gt;, "WorldWide Suicide" bisa secara gratis didonlot di situs resmi Pearl Jam mulai 8 Maret 2006, tanpa &lt;em&gt;Digital Rights Managements&lt;/em&gt;. Sehingga, lagu tersebut bisa di-&lt;em&gt;share&lt;/em&gt; gratis ke semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan rilis album baru ini juga diikuti dengan perubahan &lt;em&gt;layout&lt;/em&gt; dan desain pada website resmi Pearl Jam (&lt;a href="http://www.pearljam.com/"&gt;www.pearljam.com&lt;/a&gt;). Tema lama yang merupakan kesatuan kode desain dengan konsep desain "Riot Act" (gambar &lt;em&gt;dark-gloom&lt;/em&gt; tengkorak) diganti menjadi desain dengan &lt;em&gt;artwork&lt;/em&gt; yang brilian (meski bagi beberapa orang relatif familiar dengan model desain dari &lt;a href="http://www.amesbros.com/"&gt;AmesBros&lt;/a&gt;*). &lt;em&gt;Background&lt;/em&gt; tiap halaman bisa dinikmati dengan fitur "&lt;em&gt;reveal background&lt;/em&gt;" sehingga pengunjung site bisa dengan bebas melihat artwork-artwork tersebut di tiap halaman. Berikut gambar atau &lt;em&gt;artwork &lt;/em&gt;yang sudah di- &lt;em&gt;revealed**&lt;/em&gt;, sehingga bisa langsung dipasang di &lt;em&gt;desktop&lt;/em&gt; atau dijadikan avatar (&lt;em&gt;just click-away&lt;/em&gt;)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Can't wait for May 2nd!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*AmesBros, biro desain grafis milik Barry Ament, kakak (atau adik?) dari bassist Pearl Jam, Jeff Ament, yang sering terlibat dalam penggarapan grafis Pearl Jam mulai dari artwork sleeve CD, bonus TenCLub, dll.&lt;br /&gt;**Thanks to aNiMaL from Pearl Jam &lt;a href="http://forums.pearljam.com/"&gt;world Forum&lt;/a&gt;!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-114127718375096566?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/114127718375096566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=114127718375096566&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114127718375096566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114127718375096566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2006/03/pearl-jam-8th-studio-album.html' title='Pearl Jam 8th Studio Album'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-114118448038600667</id><published>2006-03-01T09:12:00.000+07:00</published><updated>2006-03-01T10:41:20.436+07:00</updated><title type='text'>20 Album Grunge/New Wave Sepanjang Masa</title><content type='html'>Situs &lt;a href="http://www.askmen.com/specials/top_200_albums/1_grunge.html"&gt;AskMen&lt;/a&gt; membuat daftar 20 album terbaik &lt;em&gt;Grunge&lt;/em&gt;/&lt;em&gt;New Wave&lt;/em&gt; (atau lebih kita kenal dengan: musik rock-alternatif 90-an) sepanjang masa. Masa yang sebagian orang bilang adalah masa diversifikasi aliran paling ekstensif, dengan kemunculan &lt;em&gt;Seattle Sound&lt;/em&gt; di awal 90-an, sampai ke era merajanya band-band &lt;em&gt;British&lt;/em&gt; yang outstanding, macam &lt;em&gt;Radiohead&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Stone Roses&lt;/em&gt; dan kawan-kawan. Anyway, here's the list:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ec1.images-amazon.com/images/P/B0000027RL.01._SCLZZZZZZZ_.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://ec1.images-amazon.com/images/P/B0000027RL.01._SCLZZZZZZZ_.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffcc33;"&gt;01. Pearl Jam: Ten&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;-----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Undoubtedly one of the greatest first albums of all time. These Seattle boys sure know how to rock."&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Part of the '90s Seattle grunge triumvirate completed by Nirvana and Soundgarden, Pearl Jam debuted with Ten, their most accessible, least self-conscious album. Over time, PJ's rep as a politically correct band just a little too above it all to prostitute its music on MTV has nearly superseded the music. But before that, they were a simply an in-your-face, in-your-head, loud, melodic rock band. And lead singer Eddie Vedder was known for his possessed stage presence and a primal growl that sounded like it required three vocal chords. The personal, narrative singles "Alive," "Jeremy," and "Even Flow" catapulted the reluctant band into the 10-million-plus-sales division. Subsequent albums are more intricate, subtle, thematically complex, and, in many ways, better than Ten. But the band may never repeat the stampede caused by this debut. --&lt;em&gt;Beth Bessmer&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;02. Nirvana: Nevermind&lt;br /&gt;03. Soundgarden: Badmotorfinger&lt;br /&gt;04. Radiohead: OK Computer&lt;br /&gt;05. Beck: Odelay&lt;br /&gt;06. Foo Fighters: Foo Fighters&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://images.amazon.com/images/P/B0000028M7.01._SCLZZZZZZZ_.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://images.amazon.com/images/P/B0000028M7.01._SCLZZZZZZZ_.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;07. Alice in Chains: Dirt&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Definitely one of the bands with the "negative, down on oneself" Seattle sound."&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alice in Chains were initially tagged with the "grunge" moniker, when in fact their haunting, ponderous sound was far closer to the progressive rock of Queensryche. Their second album, Dirt, is a moody, portentous affair, filled with occasionally inspired riffing from guitarist Jerry Cantrell and hair-tossed wailing from singer Layne Staley. Perhaps the band got lumped in with Generation X because their lyrics focused upon depression, death, and drugs. Certainly, titles such as "Down in a Hole," "Junkhead," and "Hate to Feel" didn't leave much room for doubt as to Cantrell's perspective. The quartet did have a slightly lighter, almost poppy side to them, though, as "God Smack" and "Hate to Feel" indicate. Ultimately, Dirt is classic angst rock. --&lt;em&gt;Everett True&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;08. Nine Inch Nail: Downward Spiral&lt;br /&gt;09. Rage Against The Machine: Rage Against The Machine&lt;br /&gt;10. Mudhoney: Mudhoney&lt;br /&gt;11. Jane's Addiction: Ritual De Lo Habital&lt;br /&gt;12. Stone Roses: Stone Roses&lt;br /&gt;13. Creed: Human Clay&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://images.amazon.com/images/P/B000002IU3.01._SCLZZZZZZZ_.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://images.amazon.com/images/P/B000002IU3.01._SCLZZZZZZZ_.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;14. Stone Temple Pilots: Core&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"While many blasted these guys from San Diego for being too 'inspired' from the boys of Seattle, STP put out some good tunes."&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;15. Jesus and Mary Chain&lt;br /&gt;16. Violent Femmes: Violent Femmes&lt;br /&gt;17. The Smashing Pumpkins: Mellon Collie and the Infinite Sadness&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ec1.images-amazon.com/images/P/B000002GJH.01._SCLZZZZZZZ_.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://ec1.images-amazon.com/images/P/B000002GJH.01._SCLZZZZZZZ_.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;18. Temple of the Dog: Temple of the Dog&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;" This group combined members of Pearl Jam and Soundgarden."&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;This 1991 Seattle supergroup brought together Chris Cornell and Matt Cameron of Soundgarden with the surviving members of Mother Love Bone (Jeff Ament, Stone Gossard) and Eddie Vedder, later of Pearl Jam. The experiment worked. Cornell shines, seeming more comfortable here on this tribute to his former roommate and deceased MLB lead singer Andrew Wood than with his own band. "Hunger Strike" and "Say Hello 2 Heaven" combine glam and grunge better than anything in Love Bone's catalog, while "Wooden Jesus" is less didactic than anything in Pearl Jam's oeuvre. Most of the songs may be about loss and addiction, but this is compelling music for black days. --&lt;em&gt;Charles R. Cross&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;-----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;19. PJ Harvey: To Bring You My Love&lt;br /&gt;20. Hole: Live Through This&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-114118448038600667?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/114118448038600667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=114118448038600667&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114118448038600667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/114118448038600667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2006/03/20-album-grungenew-wave-sepanjang-masa.html' title='20 Album Grunge/New Wave Sepanjang Masa'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-113859749824624012</id><published>2006-01-30T10:55:00.000+07:00</published><updated>2006-01-30T12:04:58.310+07:00</updated><title type='text'>Fahrenheit 9/11 - March of Protests</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images-eu.amazon.com/images/P/B00061I0NC.02.LZZZZZZZ.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://images-eu.amazon.com/images/P/B00061I0NC.02.LZZZZZZZ.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1969, event &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Woodstock&lt;/span&gt; menggariskan suatu bentuk keterlibatan musik dalam bidang politik, isu internasional dan kemanusiaan. Festival yang menjadi simbol kepekaan manusia itu melahirkan ikon-ikon pejuang musik dalam diri &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bob Dylan&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jimi Hendrix&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jefferson Airplane&lt;/span&gt;, dan sebagainya. Di tahun 1994, sekuel event tersebut coba digagas ulang. Kali ini dengan isu sensitif peralihan generasi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;genX&lt;/span&gt;), lebih kepada bentuk kesadaran. Hampir berhasil, tetapi tetap saja muatannya lebih komersil. Mungkin dari sederet, Bob Dylan kembali hadir mengaskan ikon festival ini bersama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peter Gabriel&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cypress Hill&lt;/span&gt;. Lima tahun berselang, ajang ini sudah murni menjadi ajang komersil ketika deretan musisi semacam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fred Durst&lt;/span&gt; menguasai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;venue&lt;/span&gt; Woodstock 99.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun yang sama, sebuah kompilasi kemanusiaan dirilis untuk mengingatkan kontribusi musik pada bidang tersebut. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;No Boundaries, A Benefit for Kosovar Refugees&lt;/span&gt; menjadi album yang mengumpulkan kepedulian musisi untuk turut berderma dalam membantu korban perang Serbia-Kosovo. Minus Bob Dylan, tetapi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pearl Jam&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Neil Young&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indigo Girls&lt;/span&gt; dan juga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rage Against the Machine&lt;/span&gt; menjadi ikon baru untuk band-band yang menyisakan kepedulian terhadap masalah yang berada di ujung berlawanan dari industri hiburan. Album ini kembali menghidupkan riak-riak protes sebelum masuk ke era millenium baru di mana sejumlah peristiwa internasional menyulut kontribusi dari industri musik untuk lebih peka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal semester kedua tahun 2001, dunia diguncang oleh peristiwa kamikaze pesawat komersial ke bekas gedung tertinggi dunia, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;World Trade Center&lt;/span&gt;. Tragedi yang dikenal dengan nama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9/11&lt;/span&gt; itu kemudian melahirkan dampak meluas bagi dunia. Amerika Serikat, negara adidaya yang relatif tidak pernah merasa terancam, dengan adanya peristiwa tersebut kemudian mulai melancarkan agitasinya untuk menunjukkan kekuatannya. Afghanistan dan Irak menjadi sasaran dalam lingkup yang lebih kecil. Dalam skala yang lebih besar, banyak hal yang terjadi di balik peristiwa tersebut, yang diantaranya permainan boneka-boneka kapitalis untuk membentuk dunia baru berlandaskan asas mereka. Hal itulah yang menginspirasi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Michael Moore&lt;/span&gt; untuk melihat lebih dalam, dan mengungkapkan kecurigaan keterlibatan presiden Amerika Serikat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;George Walker Bush&lt;/span&gt; dalam tragedi kemanusiaan tersebut.  Melalui film dokumenter nan heboh-nya, bertitel &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fahrenheit 9/11&lt;/span&gt;, Moore memberikan pandangan lebih luas mengenai latar belakang dan kemungkinan penyebab peristiwa 9/11 tersebut, dan juga motivasi-motivasi dibalik agresi militer AS ke Afghan dan Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moore merasa membutuhkan dukungan dari kalangan yang bisa membawakan pesan. Seperti halnya kesuksesan festival Woodstock dan kompilasi No Boundaries, Michael Moore mengumpulkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lineup&lt;/span&gt; dan ikon vokal dari industri musik yang peka terhadap masalah-masalah politik dan isu internasional serta kemanusiaan. Bob Dylan kembali hadir dan membawa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bruce Springsteen&lt;/span&gt; serta Pearl Jam untuk mengisi lineup kompilasi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chimes of Freedom&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Master of War&lt;/span&gt; dibawakan oleh Springsteen dan Pearl Jam dalam performa live mengisi kompilasi. Kemudian mantan anggota Rage Against the Machine juga turut menyumbangkan dua karya dalam bentuk yang berbeda. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Zack de la Rocha&lt;/span&gt; membuat komposisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rap-rock&lt;/span&gt; yang kental dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;We Want It All&lt;/span&gt;, sementara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tom Morello&lt;/span&gt; dengan side projectnya bertajuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nightwtchmen&lt;/span&gt; menyanyikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ballad&lt;/span&gt; ala Dylan dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;No One Left&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi baru diwakili oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Black Eyed Peas&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;System of A Down&lt;/span&gt; untuk membawa suara yang familiar dengan anak muda tahun 2000-an. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Steve Earle&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Clash&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;John Fogerty&lt;/span&gt; masih membawa nuansa generasi bunga tahun 70-an untuk bersikap kritis. Mendengarkan kompilasi ini, serasa membawa alam baru untuk berdemonstrasi positif terhadap pemerintahan. Kontribusi maksimal dari lagu-lagu yang dipilih, mulai dari empati atas korban perang, kebencian terhadap pertikaian politik dan sebaginya adalah suara-suara yang diwakili oleh musisi dalam kompilasi ini. Secara umum, membeli album ini adalah membeli suara dari barisan demonstran yang secara tegas menyuarakan pendapatnya dalam bentuk karya yang indah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lineup&lt;/span&gt; yang terpilih juga merupakan estafet yang bagus untuk menunjukkan adanya ikon musisi yang peduli terhadap masalah kebangsaan dan kemanusiaan. Mulai dari era Bob Dylan yang merintis event Woodstock, sampai ke selera Black Eyed Peas yang mendominasi dekade 2000-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, beberapa alumni kompilasi ini kembali membuat festival kepedulian dalam tur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vote for Change&lt;/span&gt;. Pearl Jam, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;REM&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Death Cab for Cutie&lt;/span&gt; dan sebagainya mewakili generasinya untuk bersikap oposan terhadap pemerintahan Bush. System of a Down dan Nightwatchmen membentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Axis of Justice&lt;/span&gt; sebagai poros protes terhadap pemerintahan. Sementara Bruce Springsteen dan Bob Dylan adalah alumni yang menjadi begawan musisi-musisi untuk bersikap kritis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Song lineup:&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I Am A Patriot (And The River Opens For The Righteous)&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Little Steven &amp; The Disciples Of Soul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chimes Of Freedom (Live)&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bruce Springsteen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;With God On Our Side&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bob Dylan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;We Want It All&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Zack De La Rocha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Boom!&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;System Of A Down&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;No One Left&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Nightwatchman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masters Of War&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pearl Jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 8. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Travelin' Soldier&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dixie Chicks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fortunate Son (Live)&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;John Fogerty&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Know Your Rights&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Clash&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Revolution Starts Now&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Steve Earle&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Where Is The Love? (Radio Edit)&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Black Eyed Peas Feat. Justin Timberlake&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Good Night, New York (Live)&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nanci Griffith&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hallelujah&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jeff Buckley&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-113859749824624012?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/113859749824624012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=113859749824624012&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113859749824624012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113859749824624012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2006/01/fahrenheit-911-march-of-protests.html' title='Fahrenheit 9/11 - March of Protests'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-113654866067028843</id><published>2006-01-06T17:00:00.000+07:00</published><updated>2006-01-10T11:37:13.153+07:00</updated><title type='text'>Female that Struggle (Female that Rocks Pt. II)</title><content type='html'>Beberapa hari ini gw tengah tertarik sama musisi atau band cewek. Seperti yang pernah gw tulis sebelumnya di blog ini tentang "&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;female that rocks&lt;/span&gt;", ternyata dunia musik ini terlalu luas untuk hanya dijejali dengan nama-nama yang udah gw sebutin sebelumnya. Suatu hari gw iseng browsing buat nyari penyanyi/penulis lagu asal Amerika (Bermuda sih tepatnya) yang bernama &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Heather Nova&lt;/span&gt;. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;For your info&lt;/span&gt;, Heather Nova turut menyumbangkan suara merdunya di soundtrack &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;I Am Sam&lt;/span&gt;, menyanyikan "We Can Work It Out"-nya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;The Beatles&lt;/span&gt;. Ketika gw penasaran seperti apa CD-nya, gw coba &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;browse&lt;/span&gt; ke seluruh toko CD dan kaset yang ada di kota ini. Hasilnya nihil! Rak dipenuhi oleh musisi perempuan yang sangat menggiurkan secara visual bukannya kualitas karya, dengan balutan busana mini, dibawah shower, atau berpose ala orgasme (&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;that half opened mouth, three quarter eyes and sensual expression&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/B00095L95Q.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/B00095L95Q.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic;font-size:85%;" &gt;Orgasmatron selling machine...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lantas gw sadar semacam fenomena yang terjadi, bahwa &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;female pop/rockstar&lt;/span&gt; itu &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;suffering&lt;/span&gt; dari yang namanya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;sexual judgement&lt;/span&gt; (apa hubungannya sama nyari CD coba?). Lihat saja betapa &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Britney Spears&lt;/span&gt;, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Maddonna&lt;/span&gt;, atau &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Destiny's Child&lt;/span&gt; begitu diagungkan sampai menjadi seorang &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;diva&lt;/span&gt;? Atau di negeri sendiri dimana &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Krisdayanti&lt;/span&gt; menjadi sangat tenar. Fisik sangat menentukan. Itu halnya kenapa ada pilihan juga buat para musisi perempuan tersebut untuk kemudian memanfaatkan "shortcut". Sebutlah dengan menjual imej "bitchy" seperti yang ditulis oleh reporter &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Trax&lt;/span&gt;, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Soleh Solihun&lt;/span&gt; baru-baru ini tentang duo &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Ratu&lt;/span&gt; (meski secara eksplisit). Di situ dituliskan upaya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Maya Achmad&lt;/span&gt; untuk ber-&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;attitude&lt;/span&gt; "nakal" dalam konsernya di Bandung dengan menyebutkan berulang kali kata yang bermakna bagian privat perempuan dalam bahasa Sunda. Itu hanyalah satu kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana produser dari duo lain dari Rusia, yang nampaknya menjadi inspirasi Maya Achmad, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;t.A.t.u&lt;/span&gt;. Heboh kasus mereka beradegan cium tampaknya sudah membentuk imej tersendiri mengenai lagu yang mereka lantunkan. Tidak secara "khas" seksi, tapi imej seksual-lah yang membentuknya. Juga heboh-heboh kasus ciuman Britney Spears dan Maddonna serta &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Christina Aguilera&lt;/span&gt; di MTV Awards beberapa tahun lalu. Imej membentuk bahwa mereka seksi (sekaligus &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;naughty&lt;/span&gt;), yang tentunya meroket di dunia yang penuh dengan justifikasi citra ini. Sejak era pergantian media, dari radio ke televisi, budaya spektasi-pun turut berubah. Tadinya budaya dengar kini menjadi budaya nonton. Dalam alam budaya dengar, kualitas produk yang berwujud musik itu absolut. Kita kudu ngehasilin karya yang layak untuk didengar melalui radio-radio atau rekaman vinyl. Oleh karena itu, dulu orang beramai-ramai menciptakan karya yang layak putar di radio berwujud lagu yang bagus. Profesi &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;songwriter&lt;/span&gt; menjadi lahan bagi diva-diva sesungguhnya sebagai bekal menuju tangga showbiz. Muncul nama-nama &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Karen Carpenter&lt;/span&gt; dan kawan-kawan yang menjadi tonggak musisi perempuan untuk berbicara melalui karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/2.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic;font-size:85%;" &gt;Maria Taylor dan PJ Harvey&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Medio 80-an, televisi melalui &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;MTV&lt;/span&gt; mulai merambah masuk industri. Maddonna menjadi diva bentuk baru dalam budaya lihat. Performa adalah segalanya, dan kebetulan Maddonna yang saat itu sangat menjual kemolekan tubuhnya menjadi ikon biduanita baru dalam industri musik, sekaligus perlahan-lahan menyisihkan musisi lainnya yang berasal dari budaya lama, yaitu budaya dengar. Beberapa diantara mereka kemudian memilih untuk berkontribusi menulis lagu untuk perempuan-perempuan lain yang siap menggunakan daya tarik seksualnya untuk kepentingan publisitas. Dalam bahasa kasar, kini mereka juga menjual tubuhnya selain merdu suara. Kapasitas menulis lagu yang bagus bisa ditutupi dengan sensualitas atau sensasi lain yang didukung oleh budaya lihat (&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;a culture of spectacle&lt;/span&gt;) tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari tahun 90-an sampai sekarang bisa dibilang jika musisi perempuan yang &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;ol-skool&lt;/span&gt; (dari budaya dengar) sudah terpinggirkan sepenuhnya. Siapa yang mendengarkan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Janis Joplin&lt;/span&gt; sekarang? Lagu &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Joan Jett&lt;/span&gt; lebih dikenal sebagai lagu Britney Spears, serta beralih profesinya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Linda Perry&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;songwriter&lt;/span&gt; untuk Christina Aguilera dan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Pink&lt;/span&gt;. Beberapa di antara musisi &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;ol-skool&lt;/span&gt; itu masih ada yang &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;struggle&lt;/span&gt; untuk berjuang melawan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;culture of spectacle&lt;/span&gt; ini. Sebut saja &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Indigo Girls&lt;/span&gt; yang dalam &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;sleeve&lt;/span&gt; album &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Retrospective&lt;/span&gt;-nya mengungkapkan perlawanan militan terhadap apresiasi yang seimbang bagi musisi perempuan. Terus terang gw cuman tahu Indigo Girl ketika mereka berpartisipasi dalam album kompilasi "No Boundaries: A Benefit for Kosovar Refugees" dengan lagu semi &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;trip-hop-folk-dark&lt;/span&gt; berjudul &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Go&lt;/span&gt;. Ternyata setelah gw dengerin lagi (dari Retrospective, album best-nya) Indigo Girl merupakan "saingan" bagi musisi folk pria. Karyanya bisa dibandingkan dengan karya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Bob Dylan&lt;/span&gt; sekalipun (dalam taraf apresiasi). Duo yang juga menolak segala imej atas potensi seksual mereka (dengan menolak komersialisasi) ini juga membentuk semacam aliansi bagi musisi-musisi perempuan untuk turut melawan "penindasan" terhadap apresiasi musik mereka yang akibat pergeseran media menjadikan mereka hanya semacam objek, bukan subjek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/4.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Kiri atas searah jarum jam: A Girl Called Eddy, Heather Nova, Mono dan Shivaree&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Festival &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Lilith Fair&lt;/span&gt; diadakan salah satunya oleh Indigo Girl, dan diprakarsai oleh musisi perempuan lain bernama &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Sarah McLachlan&lt;/span&gt;. Semua tentu pernah mendengar dahsyatnya kekuatan musik dari McLachlan dalam lagunya yang berjudul &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Angel&lt;/span&gt;, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Sweet Surrender&lt;/span&gt;, atau &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Possesion&lt;/span&gt;. Kemampuannya dalam mengolah adonan musik dasar rock, folk dan juga pop membentuk karakter musiknya sendiri. Selain Indigo Girl dan Sarah McLachlan; &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Sheryl Crow&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Jewel&lt;/span&gt; juga pernah berpartisipasi dalam Lilith Fair. Lilith Fair secara berkala mengadakan tur keliling Amerika Serikat dan juga Eropa untuk membangun eksistensi mereka dalam dunia musik. Melalui rangkaian konser, promo mereka mengikuti promo ol-skool yang tidak pernah berlebihan tampil di media televisi, namun mengadakan interaksi aktif dengan penggemarnya dalam rangkaian konser. Mungkin jika Britney Spears, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Ashley Simpson&lt;/span&gt;, dan Destiny's Child mengadakan konser, banyak laki-laki yang mungkin tertarik untuk turut menonton jauh dari sifat apresiasi terhadap karya. Tetapi juga kemungkinan untuk memanjakan nafsu-nafsu seksualnya yang bisa sedikit tergambarkan dalam aksi panggung Spears dan kawan-kawan. Lihatlah Lilith Fair! Sebagian besar audiens adalah perempuan yang merasakan nikmatnya apresiasi kesetaraan. Melihat Indigo Girl bermain improvisasi bersama Sheryl Crow memainkan lagu-lagu lama &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Cat Stevens&lt;/span&gt; sama nikmatnya seperti kita melihat &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Eddie Vedder&lt;/span&gt; bermain bersama &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Bruce Springsteen&lt;/span&gt; memainkan lagu Bob Dylan. Itu adalah apresiasi kesetaraan. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Let the music do the talkin'&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/42.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/42.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Kiri atas, searah jaurm jam: Suzanne Vega, Sleater Kinney, Indigo Girl dan Marissa Nadler.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tapi lihatlah juga apa yang telah dilakukan industri musik terhadap mereka. Susahnya kita di Indonesia untuk mencari CD-CD dari Indigo Girl, Heather Nova, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Aimee Mann&lt;/span&gt; atau Sarah McLachlan? Cobalah mencari musik-musik dari artis seperti &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;A Girl Called Eddy&lt;/span&gt;, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Shivaree&lt;/span&gt;, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Ani Di Franco&lt;/span&gt;, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Sarah Fimm&lt;/span&gt;, atau &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Maria Taylor&lt;/span&gt;. Tidak akan ada yang menyadari nikmatnya mendengarkan folk psikedelik dari &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Marissa Nadler&lt;/span&gt; karena albumnya tidak pernah ada di Indonesia. Mungkin ketika kita beruntung, beberapa nama itu akan muncul dalam album kompilasi seperti soundtrack. Misalnya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Suzanne Vega&lt;/span&gt; yang beberapa kali berpartsipasi dalam &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;soundtrack&lt;/span&gt;, salah satunya bersama Bruce Springsteen, Eddie Vedder, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Nusrat Ali Khan&lt;/span&gt; di OST &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Dead Man Walking&lt;/span&gt;. Atau &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Shivaree&lt;/span&gt; yang dipercaya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Quentin Tarantino&lt;/span&gt; dalam jukebox &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Kill Bill&lt;/span&gt; bersama &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Nancy Sinatra&lt;/span&gt;. Indigo Girl berdiri sejajar dengan aktivis sosial semacam &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Pearl Jam&lt;/span&gt;, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Rage Against the Machine&lt;/span&gt;, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Neil Young&lt;/span&gt; dan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Tori Amos&lt;/span&gt; (&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;another diva&lt;/span&gt;). &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Michelle Branch&lt;/span&gt; diakui kapabilitasnya bersama &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Carlos Santana&lt;/span&gt;. Atau di kancah lokal dengan munculnya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Tika&lt;/span&gt; dalam wujud album perdanaya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Frozen Love Songs&lt;/span&gt;. Serta &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Sarah Silaban&lt;/span&gt; yang meluncurkan singel-nya. Mereka berjuang membentuk kutub tersendiri melawan eksploitasi industri musik atas "pelecehan seksual" gaya baru. Tetapi sebagai bangsa konsumen, di Indonesia kita masih butuh perjuangan untuk melanggengkan perjuangan kesetaraan tersebut karena terbatasnya sumber-sumber. Mungkin jika makin banyak Sarah Silaban, Tika dan sebagainya kemudian membangunkan Lilith Fair ala Indonesia, kesadaran apresiasi yang seimbang itu akan muncul. Suatu pelajaran budaya yang menarik. Sampai waktu itu, terimalah kenyataan bahwa seorang &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Kelly Osbourne&lt;/span&gt; atau &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Kelly Clarkson&lt;/span&gt; jauh lebih populer dibanding Heather Nova atau bahkan Indigo Girl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Recently bought CD's&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Victoria Williams - &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Loose&lt;/span&gt;: Folk, salah satunya ada lagu &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Crazy Mary&lt;/span&gt; tentang perempuan pemabuk. Sedikit seperti Neil Young atau Bob Dylan, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;something in between&lt;/span&gt;. Suara cempreng tapi lirik lagu yang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiona Apple - &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Tidal&lt;/span&gt;: Apa yah klasifikasinya? Trip Hop, Jazz, Pop sama Rock ada semua. Secara umum masih kurang rapi sih konsepnya, tapi coba denger dengan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;low tune&lt;/span&gt; sambil tidur. Menggetarkan dan bikin atmosfer yang lumayan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;dark&lt;/span&gt;. Membuat ruangan kita menjadi makin nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indigo Girl - &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Retrospective&lt;/span&gt;: Powerful! Folk dan pop bisa menjadi irama-irama yang soulful. Coba didengarkan atau dimainkan sama bagusnya. Sama enjoynya gw mendengarkan Vedder atau Bruce Springsteen. Sama enjoynya dimainkan di api unggun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarah Silaban - &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;EP&lt;/span&gt;: Well, pop, tapi at least dia juga seorang songwriter jempolan! Mulai cinta produk lokal nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Recently downloaded and will murder to get their CD's&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;A Girl Called Eddy&lt;/span&gt; (hmm...mirip-mirip Shirley Manson-nya Garbage, lebih halus lagi. Rock),&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Ani di Franco&lt;/span&gt; (ini nih gw demen, bayangin Bu$hleaguer-nya Pearl Jam disuarain sama Ully Sigar Rusadi...dengan suara yang lebih merdu dan isu yang lebih nendang tentunya),&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Linda Perry&lt;/span&gt; (we all know, the frontwoman of Four Non Blondes),&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Maria Taylor&lt;/span&gt; (antara Fiona Apple dan Sarah McLachlan...keren banget),&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Marissa Nadler&lt;/span&gt; (didengerin sambil mabok...hehe, psikedelik sekali, ala 60-an kental),&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Nina Nastasia&lt;/span&gt; (musik minimalis, suara merdu a lil' bit trip hop...bolehlah buat yang suka Bjork dengan kecenderungan lebih easy listening),&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Pink N Ruby&lt;/span&gt; (trip hop, ala Massive Attacks tapi lebih mentah jadi sedikit gothic juga),&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Sarah Fimm&lt;/span&gt; (another trip hop-rock yang keren dengan suara "gelap" dan gloomy, mungkin mirip sama Fiona Apple juga di album Tidal),&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Sophie Barker&lt;/span&gt; (folk-country dan cenderung pop),&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Tara Angell&lt;/span&gt; (dark dan moody, gloom...didengerin di low tune).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-113654866067028843?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/113654866067028843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=113654866067028843&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113654866067028843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113654866067028843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2006/01/female-that-struggle-female-that-rocks.html' title='Female that Struggle (Female that Rocks Pt. II)'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-113585847826854539</id><published>2005-12-29T18:43:00.003+07:00</published><updated>2005-12-29T19:16:07.920+07:00</updated><title type='text'>Paradoks Sejarah di (Bagian) Sejarah Rock</title><content type='html'>Tulisan ini adalah terjemahan gw atas artikel yang ada di majalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spin&lt;/span&gt; (online), tentang hubungan antara artikel yang diterbitkan majalah terebut 11 tahun silam (Januari 1995) dengan realita yang terjadi pada saat ini. Gw memilih artikel ini karena menarik sekali, bagaimana sebuah pilihan untuk "mati" bisa menjadi strategi kita hidup. Tentu tidak seprofan itu pembahasannya, tetapi dalam hubungannya dengan ketenaran dan kejayaan, dunia rock (bisa) menjadi sebuah laboratorium hidup untuk diobservasi. Kebetulan, apa yang diangkat oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spin&lt;/span&gt; kali ini menyangkut dua band favorit gw, Pearl Jam dan Oasis. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Here we go&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Ethically Pure Grunge and Cokehead Britpop&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prove that History is Bunk Half the Time&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;by Chuck Klosterman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;December 23, 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Spin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Spin.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun ahli sejarah menganalisa apa yang terjadi di masa lalu, biasanya mereka cenderung memprediksi kelanjutannya (hanya) dalam dua kondisi: bahwa semua akan berbeda sama sekali, atau semua masih tetap sama. Masalahnya, kedua kondisi tersebut bisa saja terjadi pada saat yang sama. Sebelas tahun yang lalu, kolumnis gosip &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Village Voice&lt;/span&gt; di majalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spin&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Michael Mustro&lt;/span&gt;, menulis artikel yang terinspirasi oleh karakter dari film &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0088847/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Breakfast Club&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Setelah lebih dari sepuluh tahun, paradoks kesejarahan tersebut membuktikan bahwa ada kondisi yang tidak berubah dan ada juga kondisi yang berubah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak yakin jika artikel (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cover-story&lt;/span&gt;) tentang Pearl Jam saat itu (Pearl Jam terpilih menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Best Band&lt;/span&gt;, tahun 1995 yang dipilih oleh pembaca &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spin&lt;/span&gt;) atau review konser Oasis (yang bermain di klub-klub pada tur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Definitely Maybe&lt;/span&gt;) merupakan sebuah refleksi paradoks kesejarahan tersebut, tentang bagaimana musik rock akan berubah selama satu dekade selanjutnya. Atau (hanya) merupakan sebuah kisah klise tentang budaya yang melintasi ruang waktu? Apa yang menarik dari kedua artikel tersebut adalah bukti dari prediksi apa yang akan terjadi ke depan (satunya tersamar, dan satunya lagi cenderung jelas). Dan bisa dikatakan bahwa keduanya akurat. Alasan bahwa hal ini menjadi menarik adalah fakta bahwa masa depan itu cenderung mudah diprediksi tetapi biasanya malah (kadang) menjadi sama sekali berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel tentang Pearl Jam merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;interview&lt;/span&gt; dengan Eddie Vedder yang merefleksikan keengganannya menerima hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;polling&lt;/span&gt; majalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spin&lt;/span&gt; yang menempatkan Pearl Jam sebagai band terbaik tahun 1995. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gue&lt;/span&gt; setuju banget sama pendapat itu,” ujar Vedder ketika reporter menyebut bahwa Pearl Jam juga terpilih sebagai band yang paling &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overrated&lt;/span&gt;. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gue ngga&lt;/span&gt; bakalan mampu bikin band &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue&lt;/span&gt; menjadi band yang terbaik, tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue&lt;/span&gt; pasti udah bikin band &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue&lt;/span&gt; jadi band paling &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overrated&lt;/span&gt;.” Vedder kemudian juga menyayangkan bahwa Mudhoney justru tidak pernah merasakan sukses platinum (tentunya menjadi ironis mengingat Eddie dengan jelas menyatakan bahwa ketenaran-lah yang merusak hidupnya, jadi saya tidak begitu paham kenapa dia malah ingin Mark Arm merasakan hal yang serupa dengannya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;whatever&lt;/span&gt;). Dalam prediksi yang tersirat, Pearl Jam mungkin (sedang) merencanakan untuk menjadi lebih kecil, dan lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;less-important&lt;/span&gt;, dimana ternyata mereka benar-benar melakukannya. Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak yakin kalo ada band besar yang bisa mengatur kadar kesuksesan mereka secerdas Pearl Jam – mungkin U2 atau Rolling Stones, tapi mereka tetap dalam kapasitas untuk mempertahankan status stardom mereka, bukan menurunkannya. Pearl Jam sebetulnya merencanakan semacam kurva parabola dari keberadaan mereka di industri musik. Saya kadang bingung dengan orang-orang yang membenci Pearl Jam. Saya juga tidak paham kenapa orang-orang cenderung membenci grup yang pernah merasakan menjadi band terbesar di dunia dan kemudian meneruskan karirnya untuk menjadi tidak sebesar itu. Cukup dengan menjadi band rata-rata. Pearl Jam hanya membuat satu lagu yang bagus (“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Corduroy&lt;/span&gt;”), tetapi mereka juga mempunyai 19an lagu yang “hanya” sedikit lebih baik daripada lagu berkualitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;so-so&lt;/span&gt;. Sebetulnya mereka bisa saja membuat tiga album lagi yang merupakan replika dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ten&lt;/span&gt;, lantas menghabiskan sisa karir mereka dengan bersantai, memakan lobster dan berenang di kolam emas. Tapi mereka tidak melakukannya. Mereka tidak melakukannya karena mereka berpikir bahwa hal itu akan menjadikan mereka tidak disukai. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;You see, nice guys do not finish last, &lt;/span&gt;tapi&lt;span style="font-style: italic;"&gt; nice guys finish in the middle.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu membawa kita ke Oasis, sebuah band yang berhasil melampaui kadar medioker mereka dan menjadi megalomania. Oasis adalah gambaran anti-Pearl Jam. Mereka tidak bersikap baik kepada semua orang, termasuk kepada mereka sendiri. “Itu karena Oasis dipenuhi dengan macam-macam ketegangan yang tumbuh dari hubungan aneh Gallagher bersaudara ,” tulis Jonathan Bernstein,“ yang patut dipertanyakan apakah band tersebut bakal berkembang?” Oasis (ternyata) benar-benar berkembang; mereka berkembang menjadi keras kepala, dan semakin susah untuk membawa mereka semakin serius. Tapi akan lebih susah untuk mendebat karya musikal mereka; dimana ketika Pearl Jam hanya membuat satu lagu yang benar-benar bagus, Noel Gallagher paling tidak membuat tiga lagu yang bagus di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Definitley Maybe&lt;/span&gt;. Dan dia terus membuat karya yang bagus. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Acquiesce&lt;/span&gt;” sangat hebat hampir tiga kali lebih bagus dari lagu-lagu terbaik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Definitely Maybe&lt;/span&gt;, sementara “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Don’t Look Back in Anger&lt;/span&gt;” lebih bagus sebelas kalinya. Semua orang mungkin berpikir jika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Be Here Now&lt;/span&gt; kurang rapi, tapi album tersebut tetap saja jauh lebih keren dibanding semua album yang dikeluarkan Blur. Bahkan Oasis menghasilkan dua dari tiga album Britpop paling menonjol yang dirilis sepanjang dekade 90-an. Jadi di sini kita bertanya-tanya: Siapa yang lebih baik? Pearl Jam yang sukses mengubah diri menjadi band medioker, sesuai dengan keinginan mereka sendiri, atau Oasis yang “kebetulan” menjadi rockstar? Baik Eddie atau Noel sama-sama mengagumi Neil Young, sosok yang juga ditanya dengan pertanyaan serupa di tahun 1979: pilih mana, antara menghilang tiba-tiba atau berangsur menghilang? Segalanya berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada (pula) yang tidak berubah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-113585847826854539?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/113585847826854539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=113585847826854539&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113585847826854539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113585847826854539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2005/12/paradoks-sejarah-di-bagian_113585847826854539.html' title='Paradoks Sejarah di (Bagian) Sejarah Rock'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-113506108643471936</id><published>2005-12-20T12:24:00.000+07:00</published><updated>2005-12-20T13:44:46.476+07:00</updated><title type='text'>Vitalogy - A Monumental Experimentation</title><content type='html'>Album "Ten" sebagai debut album Pearl Jam telah menandai klasifikasi band tersebut ke dalam jajaran industri musik. Secara stereotip, biasanya perjalanan sebuah band setelah kesuksesan album pertama adalah membuat karya yang ngga jauh beda dari album sukses mereka untuk menjaga stabilitas. Tidak sedikit juga yang kemudian sedikit masuk kompromi-kompromi evaluatif agar lagunya lebih diterima pasar. Pada akhirnya jamak juga pendapat: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...more like the old stuff&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak "terjebak" dalam stereotipikal kreatif seperti di atas, Pearl Jam secara revolusioner mengubah "jenis" musik mereka secara eksperimentatif dalam album kedua "VS". Hampir 180 derajat, VS jauh lebih dekat ke apa yang dikenal dengan dentifikasi musik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grunge&lt;/span&gt;. Distorsi yang "diumbar" dan juga absennya kord yang terlalu "shaped" sepeti halnya album pertama. Secara komersial, apa yang dihasilkan Pearl Jam dalam album VS itu justru merupakan penurunan. Pearl Jam tengah berevolusi secara eksperimentatif untuk mulai mencari sound mereka sendiri. Kemunculan lagu-lagu seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rats&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;WMA&lt;/span&gt;, atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indifference&lt;/span&gt; menjadi tonggak eksplorasi yang dilakukan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Stone Gossard&lt;/span&gt; dan kawan-kawan, meski masih menyisakan nomer-nomer familiar dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Animal&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Go&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rearviewmirror&lt;/span&gt;. Secara berkelanjutan, "Vitalogy" yang merupakan album ketiga - dirilis dalam selang waktu 1 tahun dari VS - menampilkan adonan yang kurang lebih serupa dengan "VS". Eksplorasi dan eksperimentasi. Bedanya, dalam Vitalogy, kemasan eksperimentasi dibungkus dalam konsep album yang lebih rapat. Jadi ketika ada komplain standar dari fans tentang band-nya: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...like the old stuff is better and harder or so!&lt;/span&gt;", &lt;span style="font-style: italic;"&gt;this is Pearl Jam!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Pearl_Jam_-_Vitalogy_Front.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Pearl_Jam_-_Vitalogy_Front.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitalogy lebih kurang seperti dibagi menjadi dua repertoar berdasarkan tempo &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track-per-track&lt;/span&gt;. Pada (semacam) repertoar pertama Pearl Jam mengawali dengan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Last Exit&lt;/span&gt;", sebuah lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;upbeat&lt;/span&gt; yang dilanjutkan dengan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spin the Black Circle&lt;/span&gt;", &lt;span style="font-style: italic;"&gt;semi-hardcore-ish&lt;/span&gt; menandakan kontinuitas dengan agresifitas album sebelumnya. Lagu-lagu selanjutnya cenderung menurunkan tempo, sampai pada bab di mana "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nothingman&lt;/span&gt;" menutup rangkaian repertoar awal. Repertoar kedua bisa dimulai dengan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Whipping&lt;/span&gt;" yang lanjut ke "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Corduroy&lt;/span&gt;" (diselingi "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pry To&lt;/span&gt;", sebuah nomor eksperimental). Dan segera diikuti oleh deretan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tracks&lt;/span&gt; yang menurun tempo-nya, ditutup oleh format ballad "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Immortality&lt;/span&gt;" (lagi-lagi dengan menyelipkan nomor-nomor eksperimental). Di album ini Pearl Jam memang terkesan untuk membuat satu "perjalanan" apresiatif dari mendengarkan Vitalogy secara utuh. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bugs&lt;/span&gt;" bahkan, yang hanya bermodalkan akordion, bisa membuat kita memahami betapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;annoying&lt;/span&gt;-nya sebuah bunyi-bunyian repetitif yang tidak berirama (sesuai dengan pesan lagu). Secara musikal, mereka jauh lebih mature untuk tidak bermasturbasi dengan solo-solo &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bluesy&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Mike McCready&lt;/span&gt; yang panjang, tetapi menghasilkan harmony seperti halnya yang dilakukan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brian May&lt;/span&gt; dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Queen&lt;/span&gt; dengan banyak menahan ego-nya. Lagu "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Not For You&lt;/span&gt;" misalnya, yang menampilkan salah satu solo-melodi gitar terbaik dari Pearl Jam dengan durasi relatif mini. Atau dengan pendekatan ritem-ritem "punk" (trikord) yang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;beautifully crafted&lt;/span&gt;" dan lebih mature ketimbang dari album VS, seperti di "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tremor Christ&lt;/span&gt;" atau "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satan's Bed&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tema, kematian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kurt Cobain&lt;/span&gt; mendapat tempat tersendiri pada lagu "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Immortality&lt;/span&gt;" yang secara implisit memberi makna kematian Cobain dalam posisi sebagai korban. Album Vitalogy juga memberi tempat perlawanan Pearl Jam terhadap media dan industri musik secara umum. Penolakan terhadap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fame&lt;/span&gt; yang ditulis &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Eddie Vedder&lt;/span&gt; lewat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Corduroy&lt;/span&gt; menggambarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;angst&lt;/span&gt; secara sempurna. Kemudian sikap anti-kompromis yang tertuang dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Not For You&lt;/span&gt; juga memberikan gambaran "pemberontakan" yang melegendakan saga Pearl Jam versus industri musik. Ditambah kasus &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TicketMaster&lt;/span&gt; sebagai unsur ekstrinsik album ini, Vitalogy bisa berperan sempurna sebagai monumen perjalanan bermusik Pearl Jam yang masih tetap eksis sampai jelang 15 tahun sejak rilis album perdana "Ten". Vitalogy juga bisa menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;landmark&lt;/span&gt; terakhir peninggalan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;grunge legacy&lt;/span&gt;" yang diasosiasikan dengan kematian Kurt Cobain. Entah kebetulan atau tidak, di album selanjutnya, "No Code", Pearl Jam jauh lebih eksperimentatif melepaskan dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grunge-ish&lt;/span&gt;, untuk kemudian menemukan musik Pearl Jam sejati dalam album "Yield" yang dibawa seterusnya ke era "Riot Act".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari apa yang diperdebatkan banyak orang, Pearl Jam mempunyai cara yang jauh lebih monumental untuk menghargai warisan-warisan scene &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seattl-ish&lt;/span&gt; berkaitan dengan meninggalnya Kurt Cobain. Jauh lebih terhormat dari apa yang dilakukan anak dan janda mendiang Cobain dengan menggadaikan karya-karya Cobain ke dalam lingkar industri musik saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TrackList&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;01. Last Exit&lt;br /&gt;02. Spin the Black CIrcle&lt;br /&gt;03. Not For You&lt;br /&gt;04. Tremor Christ&lt;br /&gt;05. Nothingman&lt;br /&gt;06. Whipping&lt;br /&gt;07. Pry To&lt;br /&gt;08. Corduroy&lt;br /&gt;09. Bugs&lt;br /&gt;10. Satan's Bed&lt;br /&gt;11. Better Man&lt;br /&gt;12. Aye Davanita&lt;br /&gt;13. Immortality&lt;br /&gt;14. Hey Foxymophandlemama, That's Me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Small Notes&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;+&lt;/span&gt; Album terakhir Pearl jam bersama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drummer&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dave Abruzzese&lt;/span&gt;. Setelah launching album, Dave Ab digantikan oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jack Irons&lt;/span&gt;, mantan drummer &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Red Hot Chilli Peppers&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;+&lt;/span&gt; Dibuat dalam "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;banned era&lt;/span&gt;" yaitu masa dimana Pearl Jam tidak bisa mengadakan konser selama dua tahun akibat kalah dalam pengadilan melawan TicketMaster (TM), raksasa industri musik di Amerika. Pearl Jam membawa TM ke pengadilan dengan mosi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anti-trust&lt;/span&gt; karena pihak menjual tiket konser Pearl Jam di atas standar harga.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;+&lt;/span&gt; Buklet album diilhami oleh buku berjudul "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vitalogy&lt;/span&gt;" yang berisi informasi-informasi anatomi dan kesehatan manusia. Buku itu adalah semacam buku wajib kedokteran di akhir abad ke-19.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;+&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;BetterMan&lt;/span&gt;, sebetulnya merupakan lagu lama yang ditulis Vedder pada masa sebelum Pearl Jam (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bad Radio&lt;/span&gt;). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nothingman&lt;/span&gt; merupakan komparasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;BetterMan&lt;/span&gt; pada sudut pandang yang berbeda secara intepretatif (opini gw sendiri).&lt;br /&gt;+ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spin the Black Circle&lt;/span&gt; memenangkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Grammy Award&lt;/span&gt; untuk kategori "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Best HardRock Performances&lt;/span&gt;".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-113506108643471936?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/113506108643471936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=113506108643471936&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113506108643471936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113506108643471936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2005/12/vitalogy-monumental-experimentation.html' title='Vitalogy - A Monumental Experimentation'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-113274815105829971</id><published>2005-11-23T18:54:00.000+07:00</published><updated>2005-11-24T10:35:22.183+07:00</updated><title type='text'>60 Minutes Jam for Beginners</title><content type='html'>Umm...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Again&lt;/span&gt;...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pearl Jam post&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It's OK, since&lt;/span&gt; di sini masi dikit yang tau Pearl Jam, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I feel obliged to spread this magnificent influence across nation&lt;/span&gt; (kaya TIKI aja). Apa lagi sekarang? Bagaimana kalo &lt;span style="font-style: italic;"&gt;first thing first&lt;/span&gt;, memilih playlist (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;later version of jukebox, eh&lt;/span&gt;) &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pearl Jam for beginner&lt;/span&gt;? Ok, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;it seems fine&lt;/span&gt;. Cukup dengan mencari katalog lagu-lagu Pearl Jam dari masing-masing kalian, trus masukin ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jukebox&lt;/span&gt;. Dalam format mp3 lebih gampang meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;arrange&lt;/span&gt;. Kalo yang laen bisa pake jaman keemasan "era kompilasi rekaman". Beli kaset kosong, trus ngerekam. Atau lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;advanced&lt;/span&gt; lagi, nyari CD kosong terus bikin personal compilation. Whatever it is...banyak cara. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So prepare guys!&lt;/span&gt; Kita mulai dari "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;studio songs&lt;/span&gt;" yang bisa membuat betah belajar Pearl Jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Last Kiss&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;X-Mas Single/No Boundaries/Lost Dogs/Rearviewmirror&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hell, call me cliche&lt;/span&gt;. Tapi faktanya lagu inilah yang paling dikenal sebagai lagu Pearl Jam di seluruh dunia. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cover tunes&lt;/span&gt; dari sebuah lagu lama tahun 50/60-an, di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;recycle&lt;/span&gt; dengan gaya Pearl Jam tentunya. Menjadi lagu yang diproduksi paling murah, tetapi paling ngasilin duit. Stone Gossard said: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ni lagu fantastis, jadi lagu yang berbiaya paling murah, tapi ngasilin duit paling kenceng. Untung kita naruh lagu ini sebagai proyek amal.&lt;/span&gt;" (3:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Betterman&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vitalogy/Rearviewmirror&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh so sweet!&lt;/span&gt;" kalo kata banyak orang, terutama cewe tentang lagu yang digawe Vedder di usia 14 tahun itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mostly&lt;/span&gt; cewek suka banget sama ni lagu, entah kenapa padahal isinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;insult&lt;/span&gt; kepada cewek. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Whatever&lt;/span&gt;, tapi lagu yang bermodel &lt;span style="font-style: italic;"&gt;up-temp&lt;/span&gt; seperti ini emang relatif lebih enak didenger. Petikan gitar di awal lagu yang berubah jadi ritem di tengah menjadikan lagu ini ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pace&lt;/span&gt; sempurna dan membuat sangat enak didengarkan. (4:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/B000002D0O.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/B000002D0O.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daughter&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;VS/Rearviewmirror&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Acoustic-sound&lt;/span&gt;-nya menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu lagu "pendek" yang relatif gampang dinikmatin. Sering juga jadi background lagu acara-acara infotainment. Sempet menjadi salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;landmark&lt;/span&gt; era-90-an. (3:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thumbing My Way&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Riot Act&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;motivating&lt;/span&gt;, meski teman-nya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sad song&lt;/span&gt; tetapi bernada seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lullaby&lt;/span&gt;, dan bermodalkan petikan gitar mampu membius alam pikiran. Kontemplatif dengan pesan yang "menyejukkan" (emang AA Gym!). Gampang dicerna pula, dan bisa didengerin di segala suasana (iklan sekali bahasanya). (4:48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Black&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ten/Rearviewmirror&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Mungkin "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ballad&lt;/span&gt;" paling populer dari Pearl Jam...lagu tentang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;being black&lt;/span&gt;" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maybe&lt;/span&gt;, tentang patah hati. Manjur digunakan sebagai obat penawar hati yang tengah luka. Dikonsumsi dalam kamar yang gelap (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;black&lt;/span&gt;) dan me-nimpali dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;live version&lt;/span&gt;: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...we belong, together!&lt;/span&gt;". Tapi untuk pemula, cukup "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I know someday you'll have a beautiful eyes, I know you'll be a star, in somebody else's sky, but why can't it be mine&lt;/span&gt;"-nya aja sebagai media. (5:39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Release&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ten&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Slow temp&lt;/span&gt;, kunci D mengubah segalanya (kata Ridha "got.ID"). Petikan yang membawa kita ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;angst&lt;/span&gt;-nya Eddie Vedder atas bokap-nya. Tapi tidak dianjurkan untuk terlalu menjiwai. Cukup sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;liner&lt;/span&gt; bahwa kita punya sesuatu untuk ditunjukkan kepada ortu tercinta, ini lagu adalah formula sempurna. Oh, kecuali tentunya kalo ayah kamu ternyata Roy Marten yang meninggalkan kamu ketika kecil, dan ibumu untuk menikah dengan Ully Artha. Dan ibumu adalah Deasy Ratnasari yang dimake-up tua (secara tidak meyakinkan), dan selalu batuk. (4:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indifference&lt;/span&gt; (Vs)&lt;br /&gt;Mungkin paling &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soul&lt;/span&gt; di antara katalog Pearl Jam. Untuk versi awal, boleh didengerin versi studio-nya yang sangat emosional dan sentimentil. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Slow&lt;/span&gt; juga, tetapi powerful di: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I will scream my lungs out, until it fills this room&lt;/span&gt;". &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Soul&lt;/span&gt;-nya sangat masuk. Dan bagi Anda sekalian yang mengapresiasi musik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soul&lt;/span&gt; seperti James Brown, Pearl Jam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;has their kind of shamanic, especially&lt;/span&gt; Ed Vedder. R. Kelly, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;he's a fuckin corporate&lt;/span&gt;. Glenn Fredly...blah..blah! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Even&lt;/span&gt; Ben Harper &lt;span style="font-style: italic;"&gt;showed his admiration over this song&lt;/span&gt;. (4:49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nothingman&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vitalogy/Rearviewmirror&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Sama seperti Black, bagi cowok-cowok yang menyesal telah berpisah dengan cewek-nya (terutama yang "diputus"), jangan dengerin lagu ini kecuali kamu pengen tambah menyayat hatinya. Atau bagi cewek yang abis putus sama cowoknya (dianjurkan untuk dalam posisi "memutus"), dengerin lagu ini buat pemantap hati. Salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ballad&lt;/span&gt; ter-keren juga. (4:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Off He Goes&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;No Code/Rearviewmirror&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Folk-ballad&lt;/span&gt; paling easy listening. Dan bagi yang bisa mengiringi dengan gitar, memainkan lagu ini adalah terapi bagi jiwa yang resah (yaila!). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nope, I'm just kidding, it's just fit in our ear. And fit in pop-listener too. &lt;/span&gt;(6:00)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Around the Bend&lt;/span&gt; (No Code)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lullaby&lt;/span&gt; yang paling "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;touchee&lt;/span&gt;" dari lagunya Pearl Jam. Tentang arti orang yang paling kita kasihi dalam hidup kita. Bisa diceritakan atau dinyanyikan kepada anak-anaknya, istrinya dan sebagainya sebagai pengiring tidur. (5:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Light Years&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Binaural/Rearviewmirror&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Ah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;distance&lt;/span&gt;. Apa yang menyebabkan jarak itu relatif? Einstein mungkin berkata, kecepatan dan waktu yang membuat jarak relatif. Tapi Vedder berpendapat bahwa "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;presence&lt;/span&gt;" lah penanda relativitas jarak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Do you&lt;/span&gt;? (5:10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/B00014G66C.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/B00014G66C.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Man of the Hour&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;OST Big Fish/Rearviewmirror&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Bagi yang udah nonton film-nya dan tersentuh sama polah Ewan McGregor dan anak-nya, resapi lagu ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tune&lt;/span&gt;-nya sangat pas sebagai ending film karya Tim Burton tersebut. (3:45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Long Road&lt;/span&gt; - with Ali Khan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ext. version from OST Dead Man Walking&lt;/span&gt;)&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tabla dari Nusrat sangat membuat lagu ini begitu emosional. Pas sekali sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;medley&lt;/span&gt; dari 'Dead Man Walking"-nya Bruce Springsteen di film-nya Tim Robbins tersebut. Setelah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ending&lt;/span&gt;, suara Vedder bisa menjebol bendungan air mata yang udah ngumpul di kelopak sepanjang film. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Try it! Just listen directly from the movie. (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;umm..ten minutes maybe, or more?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I Am Mine&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Riot Act/Rearviewmirror&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;At last&lt;/span&gt;, sebagai pengakhir ada komposisi paling pop secara musikal dari Pearl Jam. Singel terakhir yang mendunia (meski reputasinya tak sehebat "Daughter" atau "Jeremy") tetapi lagu ini membuktikan diri mampu masuk ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chart&lt;/span&gt; pop music. Temanya tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;importance of being safe&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;and selfish-ly safe&lt;/span&gt;). (3:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Next: Pearl Jam for Intermediate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-113274815105829971?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/113274815105829971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=113274815105829971&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113274815105829971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113274815105829971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2005/11/60-minutes-jam-for-beginners.html' title='60 Minutes Jam for Beginners'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-113232600851176541</id><published>2005-11-18T20:56:00.000+07:00</published><updated>2005-11-21T09:21:55.686+07:00</updated><title type='text'>Resensi: Rough Demo got.ID</title><content type='html'>Seberapa jauh sebuah inspirasi mempengaruhi karya dalam bermusik? &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Creed&lt;/span&gt; pernah disebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nu-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0); font-style: italic;"&gt;Pearl Jam&lt;/span&gt;, atau &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Seether&lt;/span&gt; dianggap sebagai &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Nirvana&lt;/span&gt; baru. tetapi apa yang dinilai dari Creed adalah karakter suara &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Scott Stapp&lt;/span&gt; yang mengikuti jejak bariton &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Eddie Vedder&lt;/span&gt;. Sementara latar musik mereka tidaklah seperti justifikasi sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nu-Pearl Jam&lt;/span&gt;. Begitu juga dengan model vokal Cobain pada lagu-lagu Seether. Secara keseluruhan, mereka tidak pernah berhasil menciptakan musik Pearl Jam atau Nirvana. Karena musik itu adalah masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sound and soul&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang dipahami oleh &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;got.ID&lt;/span&gt;. Band asal Jakarta yang sangat terinspirasi oleh Pearl Jam ini tetap tidak berusaha untuk mengkopi Pearl Jam, atau untuk menjadi Pearl Jam-nya Indonesia hanya dengan sekedar memirip-miripkan salah satu bagian. Personil &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;got.ID&lt;/span&gt; yang terdiri dari &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Arief&lt;/span&gt; (gitar, vokal), &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Ridha&lt;/span&gt; (gitar), &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Yosa&lt;/span&gt; (bas) dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Mayo&lt;/span&gt; (drum) ini membawa pengaruh masing-masing ke dalam karakter musik yang dihasilkan sebagai sebuah grup. Arief yang tumbuh dengan musik-musik &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Metallica&lt;/span&gt; membawa layer ritem dan kord yang cukup dominan untuk dilapis dengan komposisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hard rock&lt;/span&gt;-ish dari Ridha,  seperti yang terdapat pada nomor instrumental "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Koboy&lt;/span&gt;". Meski proses pendewasaan bermusik Ridha dimulai dari kecintaannya terhadap masa-masa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grunge&lt;/span&gt; dahulu, tetapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;root&lt;/span&gt; yang ditularkan Ridha ke dalam musik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;got.ID&lt;/span&gt; adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;vintage root&lt;/span&gt;, misalnya dalam melodi-melodi klasik pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track&lt;/span&gt; "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Orang Tua Itu&lt;/span&gt;". Atau melapisi permainan ritem dalam "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Fajar&lt;/span&gt;" yang dibentuk dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;race&lt;/span&gt; antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beat&lt;/span&gt; drum Mayo dan dual kord dari Ridha yang menjadikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track&lt;/span&gt; ini terdengar seperti musik &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;The Ramones&lt;/span&gt;. Sedangkan di dalam "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Indah&lt;/span&gt;" Ridha menambah kesan "gelap" dari warna vokal bariton Arief dengan melodi-melodi panjang ala &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Binaural&lt;/span&gt;-nya Pearl Jam. Warna musik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;funky&lt;/span&gt; yang banyak masuk melaui Yosa bisa didengarkan pada "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Terlalu&lt;/span&gt;", yang bergabung dengan komposisi kord punk ala musik grunge. Menghasilkan unifikasi dalam bentuk musik yang mirip dengan &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Pas Band&lt;/span&gt; pada masa rilis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indie[V]Duality&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;got.ID&lt;/span&gt; bisa merangkum seperti apa influens mereka. Track-track dari demo yang total berisi 8 lagu tersebut menjelaskan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;root&lt;/span&gt; karakter musik Pearl Jam dari era &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ten&lt;/span&gt; sampai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Binaural&lt;/span&gt;. Musik yang keluar dari kerucut pengaruh musik masing-masing personal, sangat berisi dan jujur tanpa harus berusaha mirip dengan Pearl Jam. Meski pada akhirnya secara tidak langsung justru mereka menjadi bentukan band yang paling mirip dengan band yang lagunya masih sering mereka bawakan ketika konser tersebut. Tidak dalam versi mentahnya memang, tetapi landasan dan hasil yang keluar membuat mereka menjadi lebih progres dibanding band yang hanya menjiplak karakter suara Vedder dan mengklaim sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nu-Pearl Jam&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Got.ID&lt;/span&gt; menghasilkan komposisi musik mereka sendiri. Secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sound&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soul&lt;/span&gt; musik mereka adalah hasil dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;root&lt;/span&gt; mereka. Hal yang membuat pecinta musik "jujur" ala "grunge" pada awal 90-an bisa menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fans&lt;/span&gt; instan mereka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Highly recommended&lt;/span&gt; bagi pecinta musik alternatif berkualitas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/gotIDDemos.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/gotIDDemos.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tracks&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;01. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Orang Tua Itu&lt;/span&gt; 3:35&lt;br /&gt;02. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terlalu&lt;/span&gt; 3:45&lt;br /&gt;03. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fajar&lt;/span&gt; 4:02&lt;br /&gt;04. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kosong&lt;/span&gt; 3:48&lt;br /&gt;05. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indah&lt;/span&gt; 6:04&lt;br /&gt;06. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terlanjur&lt;/span&gt; 2:11&lt;br /&gt;07. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Koboy&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;instrumental demo&lt;/span&gt;) 4:54&lt;br /&gt;08. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lelah&lt;/span&gt; 4:11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Highlight&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Orang Tua Itu&lt;/span&gt; - Kombinasi antara gitar dengan vokal yang menjadikan musik ini lebih tebal melalui harmonisasi keduanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Fajar&lt;/span&gt; - Komposisi hirarkis antar-instrumen yang paten ditambah editing yang bagus menjadikan empat menit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track&lt;/span&gt; ini sempurna.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Indah&lt;/span&gt; - Tak secerah judulnya, durasi enam menit menjadi berlipat ganda dengan alunan vokal yang gelap serta melodi panjang. &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Mike McCready&lt;/span&gt; berduet dengan Eddie Vedder di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nothing as it Seems&lt;/span&gt;? Atau &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Pink Floyd&lt;/span&gt;? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Track&lt;/span&gt; yang paling apresiatif.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Lelah&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pearl Jam back in Ten era. Enuff said!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Overall&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I can't believe this record hasn't made out the label yet! What the fuck happened with our music industry?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;*&lt;/span&gt;Berminat mencicipi demo mereka? Gw bagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sample&lt;/span&gt;-nya. Kirim email ke &lt;a href="mailto:%20hilman_t@yahoo.com"&gt;hilman_t@yahoo.com&lt;/a&gt;, kasi tau kemana gw musti kirim! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;For Free&lt;/span&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-113232600851176541?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/113232600851176541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=113232600851176541&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113232600851176541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113232600851176541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2005/11/resensi-rough-demo-gotid.html' title='Resensi: Rough Demo got.ID'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-113223755408735329</id><published>2005-11-17T20:42:00.000+07:00</published><updated>2005-11-17T21:25:57.686+07:00</updated><title type='text'>OST Singles - The Perfect TimeCapsule for Early 90's Scene</title><content type='html'>Sisi moumental dari sebuah film tentang romantisme anak muda kadang datang dari sisi yang tidak terduga. Sutradara (muda, pada waktu itu) &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Cameron Crowe&lt;/span&gt; adalah seorang pecinta sejati musik. Dirinya pernah menjadi kontributor majalah papan atas mulai dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cream&lt;/span&gt; sampai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rolling Stones&lt;/span&gt;. Tapi berkah bagi Crowe justru ketika dia mengajak &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Paul Westerberg&lt;/span&gt; sebagai produser album kompilasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soundtrack&lt;/span&gt; film-nya yang berjudul &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Singles&lt;/span&gt;. Filmnya sendiri bercerita tentang kehidupan anak-anak muda di Seattle dalam mendefinisikan hubungan (cinta) mereka. Tidak ada yang istimewa dari film yang dibintangi &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Bridget Fonda&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Matt Dillon&lt;/span&gt; tersebut. Kecuali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Original Soundtrack&lt;/span&gt;-nya berhasil menjadi monumen kompilasi terbaik yang seolah membekukan sebuah scene musik dalam time capsule. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;OST Singles&lt;/span&gt; adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soundtrack&lt;/span&gt; tentang alternatif 90-an yang paling baik sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/B0000028MA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/B0000028MA.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line up&lt;/span&gt; dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seattle Sound&lt;/span&gt; turut serta dalam kompilasi ini kecuali &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Nirvana&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Alice in Chains&lt;/span&gt; membuka dengan "&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Would&lt;/span&gt;" yang diambil dari album &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dirt&lt;/span&gt;. Nomor yang fenomenal dengan permainan instrumen maksimal kuartet ini. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Pearl Jam&lt;/span&gt; menyumbangkan dua buah lagu yang (saat itu) tidak terdapat dalam album apapun sampai rilis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lost Dogs&lt;/span&gt; berpuluh-puluh tahun kemudian. Yang pertama lagu bertempo &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mid-temp&lt;/span&gt; berjudul "&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Breath&lt;/span&gt;". Kemudian satu lagu yang menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anthem&lt;/span&gt; selama bertahun-tahun dalam tempo yang menggambarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scene&lt;/span&gt; musik pada saat itu, berjudul "&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;State of Love and Trust&lt;/span&gt;". &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Mother Love Bone&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;predecessor &lt;/span&gt;Pearl Jam yang saat itu sudah almarhum turut juga men-donor-kan satu buah lagu yang belakangan sering dibawakan oleh &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Eddie Vedder&lt;/span&gt; cs., "&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Crown of Thorns&lt;/span&gt;". Sementara itu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Soundgarden&lt;/span&gt; juga mengisi deretan musisi dengan mencantumkan "&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Birth Ritual&lt;/span&gt;". Belum cukup, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Chris Cornell&lt;/span&gt; yang bersama anggota Pearl Jam ikutan tampil di film juga menambahkan dengan satu buah lagu karya solo-nya berjudul "&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Seasons&lt;/span&gt;". Deretan nama besar itu masih ditambahkan dengan line up paten yang juga mendukung mereka seperti &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Mudhoney&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;Smashing Pumpkins&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Screaming Trees&lt;/span&gt; yang juga pelakon &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scene &lt;/span&gt;alternatif awal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul Westerberg yang juga menyumbang satu buah lagu didalam album ini menghadirkan juga nomor klasik kesukaan Crowe, "&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Battle of Evermore&lt;/span&gt;". Lagu &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Led Zeppelin&lt;/span&gt; itu dibawakan ulang oleh &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;The Lovemongers&lt;/span&gt;. Satu lagi track favorit Crowe yang muncul adalah "&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;May This Be Love&lt;/span&gt;"-nya &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Jimi Hendrix&lt;/span&gt;, yang tampil dalam versi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;origina&lt;/span&gt;l-nya. Deretan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line up&lt;/span&gt; itu adalah jaminan mutu bagi album ini. Selain sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;time capsule&lt;/span&gt; yang sempurna untuk musik di awal 90-an, bagi para penikmat musik yang ingin "mempelajari" apa yang disebut dengan musik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grunge &lt;/span&gt;bisa menjadikan album ini sebagai bab pembuka. Album ini adalah album yang wajib dimiliki oleh semua orang yang fanatik dengan kualitas musik dan peduli akan pentingnya dinamika dalam musik. Paling tidak, album ini telah ikut menempatkan filmnya yang lumayan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flop &lt;/span&gt;sebagai monumen penanda waktu era 90-an. Gelombang musik yang selamanya mengubah musik modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tracks:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;01. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Would?&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Alice In Chains&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;02. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Breath&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Pearl Jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;03. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seasons&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Chris Cornell&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;04. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dyslexic Heart&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Paul Westerberg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;05. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Battle Of Evermore &lt;/span&gt;- &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;The Lovemongers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;06. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chloe Dancer/Crown Of Thorns&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Mother Love Bone&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;07. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Birth Ritual&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Soundgarden&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;08. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;State Of Love And Trust&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Pearl Jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;09. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Overblown&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Mudhoney&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waiting For Somebody&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Paul Westerberg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;May This Be Love&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Jimi Hendrix&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nearly Lost You&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Screaming Trees&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Drown&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Smashing Pumpkins&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-113223755408735329?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/113223755408735329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=113223755408735329&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113223755408735329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113223755408735329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2005/11/ost-singles-perfect-timecapsule-for.html' title='OST Singles - The Perfect TimeCapsule for Early 90&apos;s Scene'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-113206477146214472</id><published>2005-11-15T21:01:00.000+07:00</published><updated>2005-11-15T21:26:11.500+07:00</updated><title type='text'>MegaNut - Featuring Stone Gossard</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/MegaNut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/MegaNut.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gitaris Pearl Jam, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Stone Gossard&lt;/span&gt; terlibat dalam pembuatan album &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;MegaNut&lt;/span&gt;, "&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0); font-style: italic;"&gt;That Would be Dope&lt;/span&gt;". Stoney ikut memproduserin satu lagu, sekaligus bermain gitar di salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track side project band&lt;/span&gt;-nya &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Lonnie "Meganut" Marshall&lt;/span&gt;, bassis &lt;a href="http://www.weaponofchoice.net/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Weapon of Choice&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Album ini digambarkan sebagai album yang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;furiously funky&lt;/span&gt;", sesuai dengan kapasitas si Lonnie "Meganut" Marshall sebagai bassis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;funk &lt;/span&gt;legendaris. Stone sendiri, selain dengan Pearl Jam juga telah mengeluarkan tiga buah album side project bersama grup-nya "&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Brad&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;MegaNut available at &lt;a href="http://www.pearljam.com"&gt;tenclub&lt;/a&gt; store.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-113206477146214472?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/113206477146214472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=113206477146214472&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113206477146214472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113206477146214472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2005/11/meganut-featuring-stone-gossard.html' title='MegaNut - Featuring Stone Gossard'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-113203178346159505</id><published>2005-11-15T12:14:00.000+07:00</published><updated>2005-11-15T12:16:23.470+07:00</updated><title type='text'>Menghargai Perempuan (versi Rock N Roll)</title><content type='html'>Dunia rock n' roll memang sepertinya didominasi kaum adam. Apalagi istilah atau attitude &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sex&lt;/span&gt; - disamping &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drugs &lt;/span&gt;- menjadi suatu elemen wajib bagi para rocker (yang juga manusia) tersebut. Bahkan banyak band-band "ABG" yang baru bermunculan seperti &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;My Chemical Romance&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Good Charlotte&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Simple Plan&lt;/span&gt; atau apalah itu namanya mengaku bahwa salah satu obsesi main band mereka adalah juga demi mendapatkan perhatian kaum hawa. Patron yang berlaku, jika pengen ngedapetin cewek di hi-skul Amrik, kalo ngga jadi bintang olahraga ya nge-band. Segitu hebatnya magnet makhluk perempuan itu. Sampai-sampai banyak band yang menjadikan perempuan sebagai subjek tulisan lagu, inspirasi. Apa yang terekam dalam film besutan sutradara &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Cameron Crowe&lt;/span&gt;, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Almost Famous&lt;/span&gt;", bisa menjadi suatu ilustrasi. Begitu pentingnya kehadiran cewek dalam band rock n' roll (apalagi hip hop dewasa ini yang semakin eksplisit menampilkan hal itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Donnas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Donnas.jpg" alt="The Donnas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;The Donnas&lt;/span&gt;, berpenampilan manis, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cute&lt;/span&gt; dan "seksi", tidak membuat mereka berhenti berkarya. Donnas menghasilkan musik yang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;unpopular&lt;/span&gt;", sesuai dengan keinginan bermusik mereka, meski sempat angkat tenar dengan masuknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Garage Rock&lt;/span&gt; ke dalam industri musik dunia.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So&lt;/span&gt;, apa yang akan terjadi jika satu band tersebut semuanya perempuan? Inget film "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;10 Things I Hate About You&lt;/span&gt;"? Karakter &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Julia Stiles&lt;/span&gt; di film tersebut yang sangat idealis-feminism digambarkan sangat menggilai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;girl's rock movement&lt;/span&gt;. Yaitu band-band &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rock n' roll based&lt;/span&gt; yang semua anggotanya perempuan. Beberapa band rock yang beranggotakan cewek memang memberi inspirasi bagi kaum hawa, sementara bagi cowok, band semacam itu enaklah dilihat. Bagi beberapa orang (cowok) sangat menyenangkan melihat cewek yang mempunyai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;attitude &lt;/span&gt;(bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fake&lt;/span&gt; bikinan produser, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sorry&lt;/span&gt;, kaya &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Avril Lavigne&lt;/span&gt; atau &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Kelly Clarkson&lt;/span&gt;), tapi yang dalam istilah beberapa orang disebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sexy and rock n' roll&lt;/span&gt;. &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;The Donnas&lt;/span&gt; misalnya, band &lt;span style="font-style: italic;"&gt;garage &lt;/span&gt;yang semua personelnya cewek ini bisa dibilang sebagai "spice girls"-nya dunia cewek, kecuali tentu saja mereka menulis musik mereka sendiri. Musik old-skul rock n' roll simpel ala &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;The Ramones&lt;/span&gt; mungkin, menjadi jembatan attitude mereka. Band lain misalnya, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;Sleater Kinney&lt;/span&gt;, yang terdiri dari trio cewek. Meski dengan tampang yang tidak "sekeren" The Donnas, integritas bermusik mereka mendapatkan banyak acungan jempol dari kalangan musisi. &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Pearl Jam&lt;/span&gt; bahkan membawa Kinney's tur konser bersama mereka. Lagu-lagu Kinney's memang lebih kompleks (dan lebih "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;unpopular&lt;/span&gt;") dibanding The Donnas yang sangat kental "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;garage&lt;/span&gt;"-nya. The Donnas sangat tertolong oleh nge-hip-nya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Garage Rocks&lt;/span&gt;, maka Sleater Kinney lebih banyak berjuang dari sisi bawah sampai mulai menapaki tangga sukses lewat serangkaian tur bersama Pearl Jam. Sehingga sekarang nama terakhir lebih resisten di kancah musik Amerika. Mengingatkan kita pada &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Kittie&lt;/span&gt;, band &lt;span style="font-style: italic;"&gt;numetal &lt;/span&gt;asal Amerika juga yang meroket bebarengan dengan melesatnya nama-nama &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;KoRn&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;LimpBizkit&lt;/span&gt; dan sebagainya di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mainstream&lt;/span&gt; musik dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Sleater.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Sleater.jpg" alt="Sleater Kinney" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Carrie Brownstein, Corin Tucker dan Janet Weiss dari &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Sleater Kinney&lt;/span&gt;. Ngga se-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cute&lt;/span&gt; anak-anak The Donnas, tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;done it with attitude. Still rule their own music&lt;/span&gt; dan mendapatkan banyak apresiasi dari banyak musisi di Amerika Serikat.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt; Band-band tersebut bisa menjadi contoh tentang sisi pendekatan bagi cewek untuk tetap idealis mencari attitude mereka sendiri. Tidak selalu menjadi objek dari cowok, tetapi membuktikan eksistensi mereka sendiri. Sutradara &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Quentin Tarantino&lt;/span&gt; yang secara eksplisit mengetengahkan fenomena tersebut dalam film "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kill Bill&lt;/span&gt;" juga menunjuk band garage asal Jepang &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;The 5678's&lt;/span&gt; sebagai salah satu featurer dalam film. Dari sekian jagoan yang cewek (anggota &lt;span style="font-style: italic;"&gt;DyVAS&lt;/span&gt;, kecuali &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Michael Madsen&lt;/span&gt;), muncul juga alter-jagoan berupa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Japanese SchoolGirl Freak&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;GoGo Yubari&lt;/span&gt;) anak buah &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;O Ren Ishii&lt;/span&gt; dalam klub yang menampilkan The 5678's.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu kesetaraan gender yang merebak bersama posmodernisme ini menjadi jembatan bagi band-band berpersonel cewek untuk menunjukkan eksistensi mereka melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;attitude &lt;/span&gt;dan konsep yang pas sehingga tidak melulu menjadi media pemuas visual dunia musik belaka. Apa yang terjadi dengan &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Bond &lt;/span&gt;adalah konsep yang setali tiga uang dengan munculnya &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Atomic Kitten&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Spice Girl&lt;/span&gt; dan sebagainya. Mereka memang berpersonel cewek, tetapi tidak dengan attitude mandiri. Mereka hanyalah objek yang dimanfaatkan produser untuk menjadi gula-gula visual industri musik. The Donnas, Kittie, atau Sleater Kinney meski tidak begitu "mendunia" tetapi mereka berhasil menemukan jatidiri bermusik mereka. Mereka berdiri di sana karena tahu apa yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/AufDerMaur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/AufDerMaur.jpg" alt="Melissa Auf Der Maur" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bassis "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;freelance&lt;/span&gt;" paling terkenal di dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sub-pop&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Melissa Auf Der Maur&lt;/span&gt;. Meski dikarunia tampang yang "laku dijual", Der Maur membuktikan diri dengan eksistensi permainan bass-nya di antaranya lewat Zwan atau A Perfect Circle.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt; Ada juga cewek yang mengambil peran sebagai penyeimbang dalam band yang multi-gender. &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Roxette&lt;/span&gt; misalnya. &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Marie Fredriksen&lt;/span&gt; tidak hanya berfungsi menjadi pemanis belaka dalam duo tersebut, tetapi menjadi jiwa yang pas bagi musik Roxette. Apa yang terjadi Roxette tanpa Marie? Atau nyawa &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Cranberries&lt;/span&gt; yang berada di tangan &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Dolores O' Riordan&lt;/span&gt;. Di kancah lokal, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Kikan&lt;/span&gt; juga menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soul&lt;/span&gt; buat band &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Cokelat&lt;/span&gt;. Karakter suara Kikan sangat lekat dengan imej musik yang dibuat oleh Cokelat. Berbeda kasus dengan band orbitan seperti &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Ratu&lt;/span&gt;. Meski hadir dengan beat-beat unik dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;easy listening&lt;/span&gt; (yang menjadi keahlian maestro &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Ahmad Dhani&lt;/span&gt;), Ratu adalah band yang dikonsepkan untuk menjadi band "visual" di mata cowok. Konsep dan target audiens mereka sebetulnya adalah kaum adam. Tetapi karena karakter pasar musik Indonesia yang cenderung "lugu", banyak juga pangsa cewek mengartikan Ratu sebagai band yang membela kepentingan mereka. Hal ini sama persis dengan fenomena &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;TATU&lt;/span&gt;, dari Russia yang bahkan semakin profan menunjukkan kapasitas "imej" mereka dengan serangkaian adegan lesbian di panggung. Atau Kelly Clarkson dan Avril Lavigne yang "dipaksa" berdandan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rockstar-attitude&lt;/span&gt; (yang cuek), sebagai bungkus luaran imej. Tetapi tetap saja mereka tidak akan mengalahkan attitude &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Alanis Morissette&lt;/span&gt; pada saat rilis "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jagged Little Pill&lt;/span&gt;" di tahun 95 lalu. &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Britney Spears&lt;/span&gt; boleh mengcover lagu &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Joan Jett&lt;/span&gt;' "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I Love Rock N Roll&lt;/span&gt;", tetapi hanya sebatas meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cover&lt;/span&gt; lagu. Tanpa mengandalkan visualisasi gender (baca: daya tarik imej seksual), tidak mudah bagi kaum hawa menembus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mainstream&lt;/span&gt; musik rock n roll dunia, apalagi mendapatkan apresiasi setara dengan sejumlah band. Paling-paling, mereka kemungkinan berhasil ketika menjadi salah satu anggota di antara personel lain yang cowok. &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Tarja Turunen&lt;/span&gt; berhasil menghidupkan &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Nightwish&lt;/span&gt; karena kesesuaian konsep "metal-opera". Bakat besar Tarja dalam musik opera sangat cocok dengan karakter musik metal di Eropa. Konsistensi Nightwish patut diacungi jempol dalam membuat musik yang konsisten dari album pertama sampai terakhir merilis Century Child sebagai full album terakhir. Tentu saja keterlibatan Tarja, meski hanya sebagai penyumbang suara, sangat menginspirasi personel lain Nightwish dalam membuat musik. Dalam hal ini, kapasitas gender Tarja tidak melindungi dari "misapresiasi dan misintepretasi". Seperti Juga Dolores, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Linda Perry&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;4 Non Blondes&lt;/span&gt;) atau Marie Fredriksen yang meski berada di lingkungan yang didominasi pria, tetap berhasil membuktikan karakter dan kemampuan mereka, jauh dari kesan "memanfaatkan" atau mengiba dengan status gender mereka. Dalam kasus pemegang instrumen (bukan biduan), &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Billy Corgan&lt;/span&gt; tentu mempunyai pertimbangan jelas untuk mengajak &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;D'Arcy&lt;/span&gt; atau kemudian &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;Melissa Auf Der Maur&lt;/span&gt; dalam &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;The Smashing Pumpkins&lt;/span&gt; atau &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Zwan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh nama di dunia rock n' roll yang bisa menjadi contoh kasus wanita dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;attitude&lt;/span&gt;. Bukan semata "produk" yang dijual, tetapi juga membuktikan kapasitas mereka melalui karya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Long live sexy and rock n roll!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-113203178346159505?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/113203178346159505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=113203178346159505&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113203178346159505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113203178346159505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2005/11/menghargai-perempuan-versi-rock-n-roll.html' title='Menghargai Perempuan (versi Rock N Roll)'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-113161876963937905</id><published>2005-11-10T15:53:00.000+07:00</published><updated>2005-11-11T20:35:50.146+07:00</updated><title type='text'>Provide Codes for No Code`</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/cvnocode.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/cvnocode.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Here my reviews or intepretation on&lt;/span&gt; "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;No Code&lt;/span&gt;". Album yang sejak lama semacam di-"remeh"-kan fans, padahal punya konsep yang bagus, menurut gw. Selain polaroid dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;album concept&lt;/span&gt; yang keren (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;thanks&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jerome Turner&lt;/span&gt;*...hehe, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;such a talented person&lt;/span&gt;). Di album ini seolah Pearl Jam memperlihatkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;root&lt;/span&gt; musical mereka dengan banyak memasukkan influens &lt;span style="font-style:italic;"&gt;funk, punk, rock n' roll, blues, folk&lt;/span&gt; dan sebagainya. Kehadiran drummer &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jack Irons&lt;/span&gt; sangat memberi warna pada album ini setelah sebelumnya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dave Abbruzzesse&lt;/span&gt; mengisi di 3 album awal. Dan ini mungkin beberapa opini yang membuat kalian berpikir ulang tentang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;No Code&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hopefully&lt;/span&gt;. Atau berpikir ulang tentang Pearl Jam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sometimes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Intro&lt;/span&gt; untuk konsep "No Code" mungkin dimana Ed Vedder ngasi suatu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;floating statement&lt;/span&gt; tentang eksistensi manusia di bawah Tuhan. Apa kedudukan kita di antara manusia-manusia lain. Bagaimana semuanya berjalan dan dimana kita akan berpartisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;seek my part... devote myself&lt;br /&gt;my small self... like a book amongst the many on a shelf&lt;br /&gt;sometimes i know, sometimes i rise&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hail Hail&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Casual relationship song&lt;/span&gt;, mungkin sangat "curhat" sekali frekuensi kita menikmatinya seperti &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Betterman&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Black&lt;/span&gt;. Tentang bagaimana menghadapi perubahan di dalam hubungan dua manusia. Bisakah kita memberi ruang kepada segala sesuatu yang kita temui di dalam hidup, masih dalam lingkar "saling mengalahkan ego" dari dua individu dalam satu hubungan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hence&lt;/span&gt;, jika lo &lt;span style="font-style:italic;"&gt;survive&lt;/span&gt;, hail hail!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;all hail the lucky ones, i refer to those in love&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Who You Are&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Another existence based song. Take a look at the title&lt;/span&gt;. Dan dalam rangka dialog meneruskan "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sometimes&lt;/span&gt;", secara transedental menanyakan "siapakah kita". &lt;span style="font-style:italic;"&gt;For the note&lt;/span&gt;, lagu paling "funky" (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;not those mentioned like&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dirty Frank&lt;/span&gt;). &lt;span style="font-style:italic;"&gt;I Love Jack Irons, he gave Pearl Jam sort of tribal percussion through this song.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;is to transcend where we are&lt;br /&gt;who are we? who we are&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;In My Tree&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sort of someone's perspective to his world. I couldn't figure it out yet. However I like this song&lt;/span&gt;, up-temp, tapi ngasi musik yang "sangat No Code". &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Connective&lt;/span&gt; sama "Vitalogy".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Polaroid12_edit.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Polaroid12_edit.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;05. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Smile&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baru "ngeh" ma ni lagu dikasi tau ma Arip (got ID). &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Trus a couple times&lt;/span&gt; denger versi konser-nya, cuman &lt;span style="font-style:italic;"&gt;essence&lt;/span&gt;-nya ternyata ada di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;studio-song&lt;/span&gt;-nya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Soul&lt;/span&gt;-nya, ditambah jika kita ngeliat teks yang ada di polaroid-nya, tentang makna lagu ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pretty straight, skepticism, ironic&lt;/span&gt;, tapi pangkalnya adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;love that cheers you (or bring you to sort of "hallucinated" condition) even in a bitter moment&lt;/span&gt;. Lagu buat yang selalu jauh dari orang yang dicintainya, untuk tetap merasa dekat. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yet again&lt;/span&gt;, "curhat" song.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Off He Goes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya jika Pearl Jam mau sedikit komersil, lagu ini pasti bisa menjadi lagu wajib bergitar seperti halnya More Than Words oleh Extreme. Gw mengintepretasikan lagu ini tentang penilaian seseorang (mungkin) terhadap dirinya sendiri sebagai bentuk introspeksi. Betapa segalanya berubah dalam kondisi yang berubah. Mengubah dia dan dunia di sekitarnya. Sesuatu yang selalu kita rasakan dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Habit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lagu kenceng kedua setelah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hail Hail&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;seems taken with hardcore' approach like &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Spin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Anyway, lagu ini sepertinya berbicara tentang "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;imitating&lt;/span&gt;" dan "ikut-ikutan". Mengaca pada bait:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;seen it happen to a couple of friends&lt;br /&gt;seen it happen and the message it sends&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kadang dari kita melihat suatu hal dilakukan oleh banyak orang lantas kita &lt;span style="font-style:italic;"&gt;adjust&lt;/span&gt; bahwa hal itu adalah "obligasi" bagi kita untuk mengikutinya. Sampe menjadi semacam "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;habit&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Red Mosquito&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Used to be my favorite tracks. Folks, Country&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Blues&lt;/span&gt; sekali. Apresiasi-nya mandeg di situ karena apa yang di dalam lirik-nya sangat ngga jelas. Ada yang bilang kalo "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;vampire imagery&lt;/span&gt;" dalam lirik-lirik-nya Ed Vedder adalah kesinambungan. Jika dilihat sebelumnya ada &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Animal&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rats&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blood&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aye Davanita&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;source&lt;/span&gt;: Michael K. Stine). &lt;span style="font-style:italic;"&gt;However, still it's a great song (musically). I love this one, forced me to sing allover the time.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lukin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Finds it so hard about life, there's always be friends among us to share. Friends are friends just like what they are. Just knock at them...Musically, the most raged songs from Pearl Jam. Arip's favorite, and soon to be my favorite when we hold guitar for a while and start to sing with fussing atmosphere around. Or when you're down alone. Too bad, it's just too damn short&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Present Tense&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Always be the&lt;/span&gt; "curhat" &lt;span style="font-style:italic;"&gt;song forever&lt;/span&gt;. Tentang bagaimana kita menyikapi apa yang sudah terjadi, dan lebih fokus ke apa yang sedang terjadi. Tentang analogi-analogi. Tentang bangkit dari keterpurukan. Lagu yang sangat membangunkan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;moving&lt;/span&gt;), dan ciri khas Pearl Jam, membela orang yang sedang di bawah. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;I love this song, and make me proud of being Pearl Jam' fan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;you can spend your time alone, redigesting past regrets, oh&lt;br /&gt;or you can come to terms and realize&lt;br /&gt;you're the only one who can't forgive yourself, oh&lt;br /&gt;makes much more sense to live in the present tense&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mankind&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Khas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Stoney&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gossard&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pearl Jam' guitarist, hardly influenced by punk rhytm based&lt;/span&gt;), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;very melodic punk&lt;/span&gt;. Dengan tema yang (lagi-lagi) sangat manusiawi. Apa yang kita kerjakan di dunia sebagai "warisan" kultur sebelumnya. Semacam simulasi dan imitasi yang terus berulang, sebagai kepalsuan-kepalsuan yang mengikat hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;it's all just inadvertant imitation &lt;br /&gt;and i don't mean mine&lt;br /&gt;it's all across this nation&lt;br /&gt;if it's just inadvertant simulation &lt;br /&gt;a pattern in all mankind&lt;br /&gt;what's got the whole world faking?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I'm Open&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Basically&lt;/span&gt; tentang kekosongan-kekosongan eksistensial yang dihadapi manusia. Ketika kecil sampai tumbuh dewasa kita mempunyai banyak sekali pertanyaan eksistensial mengenai diri kita. Hanya saja, ketika beranjak dewasa ternyata pertanyaan-pertanyaan tersebut tetap susah dijawab. Dan sedihnya, bahkan tidak ada orang (atau "agama dan ilmu pengetahuan") yang mampu membantu jawaban-nya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Great speech-mode by Eddie Vedder. His characteristic voice!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Around the Bend&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fans mengungkapkan indahnya lagu ini sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ending&lt;/span&gt; album No Code. Tentang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;admiration&lt;/span&gt; terhadap karunia terbesar berupa kasih sayang ketika menatap wajah pasangannya (atau anaknya, atau siapa aja) ketika tidur. Gw belum separah itu mengalaminya, tetapi dari kejadian aksidental ketika gw liat pacar gw tidur di bis, gw inget lagu ini &lt;span style="font-style:italic;"&gt;and almost tearjerker&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;blah..blah&lt;/span&gt;). &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Amazing bands to create such song&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;i'm wishing you a-well&lt;br /&gt;mind at peace within your cell&lt;br /&gt;covers up, i cast you off &lt;br /&gt;i'll be watching as you breathe&lt;br /&gt;i lie still, you move &lt;br /&gt;i send you off around the bend&lt;br /&gt;i hold your head deep in my arms&lt;br /&gt;my fingertips they close your eyes&lt;br /&gt;off you dream, my little child&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*PS: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jerome Turner&lt;/span&gt; is &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ed Vedder&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;for those who didn't know.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-113161876963937905?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/113161876963937905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=113161876963937905&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113161876963937905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113161876963937905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2005/11/provide-codes-for-no-code.html' title='Provide Codes for No Code`'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18791464.post-113153247074225972</id><published>2005-11-09T17:01:00.000+07:00</published><updated>2005-11-09T18:32:19.336+07:00</updated><title type='text'>The Way to Appreciate Pearl Jam</title><content type='html'>&lt;em&gt;Email yang dikirim ke temen untuk minta penjelasan: why Pearl Jam? He actually lose something to appreciate PJ, and demand an explanation from me...And here it is, to share with all of you why should we love Pearl Jam.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Temp-Ed.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px;" src="http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/Temp-Ed.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Kalo soal musik-nya Pearl Jam sih emang relatif lebih susah memahamin-nya. Biar cepet kita musti "ngalamin" sendiri, dalam artian nge-&lt;em&gt;jam&lt;/em&gt; atau maenin musiknya Pearl Jam. Di situ keliatan banget kalo "eksekusi" yang mereka ambil sangat ngga pop sekali (&lt;em&gt;quoted from&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;Arip&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;music practician&lt;/em&gt; - &lt;strong&gt;got ID&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;guitar-vocal-ist&lt;/em&gt;). Beda sama &lt;strong&gt;Nirvana&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;STP&lt;/strong&gt; dan sebagainya, yang cukup pake &lt;em&gt;feel&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;beat&lt;/em&gt;-nya udah ketebak, kalo Pearl Jam beda. &lt;em&gt;Soul&lt;/em&gt;-nya terutama (&lt;em&gt;according to &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Ridha&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;music practician&lt;/em&gt; - &lt;strong&gt;got ID&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;gutarist&lt;/em&gt;). Jadi emang relatif susah diterima sih di kuping. Musti terbiasa dulu, dan seperti yang gw bilang lebih mudah kalo via praktek langsung. Tapi begitu kita bisa &lt;em&gt;"tune" &lt;/em&gt;sama musik-nya Pearl Jam, itu adalah hal yang adiktif. Itu mangkanya Pearl Jam ngga  ngeluarin &lt;em&gt;big hit&lt;/em&gt;. Semua lagunya adalah favorit. Dalam 4 konser misalnya, Pearl Jam bisa membawakan total 62 lagu dengan hanya 2-3 lagu yang sama di tiap-tiap setlist-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"I'm making music for music's sake, and I have an audience I'm proud of" [Ed Vedder]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo soal lirik, Pearl Jam (terutama &lt;strong&gt;Ed Vedder&lt;/strong&gt;) sangat bisa mewakili "suara-suara" orang "bawah". Maksutnya yang secara global-komunal seperti ngga diterima (&lt;em&gt;let say...loser maybe&lt;/em&gt;), juga tema-temanya yang berani, konfrontatif, dan juga dalem (eksistensial). Mungkin bagi banyak orang, Pearl Jam seperti mewakilin jiwa mereka berekpresi, layaknya &lt;em&gt;nerd rock&lt;/em&gt; dengan dewanya &lt;strong&gt;Radiohead&lt;/strong&gt;. Mereka kan juga orang-orang yang "terbuang" dari lingkungan kosmopolitan. Bedanya, kalo Pearl Jam lebih ke arah "&lt;em&gt;struggle and rage&lt;/em&gt;", ngga cuman "&lt;em&gt;curhat&lt;/em&gt;" sama keadaan. Ada resistensi, baik di lirik atau musiknya. &lt;em&gt;With all respect to Radiohead.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"If you can energize people who listen to you to look into issues and understand their freedoms, that's a really positive thing. And as artists, I think you have a responsibility." [Ed Vedder]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari sekian katalog lagu, semuanya mempunyai tema yang sangat beragam (ngga ada prototipikal cinta" misalnya, atau "rebel" dan "politik"). Semua ada. Dari yang lagu ditinggal mati, filsafat eksistensial, lingkungan, selebritas, politik, &lt;em&gt;friendship&lt;/em&gt; dan lain-lain. Dalam hal kualitas, Ed Vedder mungkin bisa disejajarin sama &lt;strong&gt;Jim Morisson&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;John Lennon&lt;/strong&gt; atau &lt;em&gt;songwriter &lt;/em&gt;paten lain. Tetapi somehow, lirik-liriknya Vedder bisa sangat deket karena multi-intepretasi juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"We're very reluctant to disclose song meanings. If a person lends their own interpretation of a song, it becomes their song, too. Music for some people is very personal; they need it." [Ed Vedder]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ketiga yang mungkin paling kena adalah &lt;em&gt;attitude&lt;/em&gt; mereka. Pearl Jam adalah band untuk fans. Pearl Jam ngga butuh popularitas yang didongkrak. &lt;em&gt;In fact&lt;/em&gt;, penjualan album mereka selalu nge-drop dari album pertama, Ten, yang fenomenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"How many records you sell doesn't change how you look at the music. Getting a gold record was cool for about two-and-a-half minutes" [Ed Vedder]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pearl Jam ngga bikin video klip atau ekstensi promosi album. Pearl Jam ingin dihargai karena musik, bukan karena imej mereka. Pearl Jam besar di tur-tur mereka. Hal yang sangat "&lt;em&gt;noble&lt;/em&gt;" di tengah pertarungan industri. Pearl Jam juga pernah mengeluarkan "&lt;em&gt;antitrust&lt;/em&gt;" terhadap raksasa industri tiket, &lt;strong&gt;ticketmaster&lt;/strong&gt;, untuk memperjuangkan harga tiket yang terjangkau fans mereka. Meski buntutnya mereka di-&lt;em&gt;ban&lt;/em&gt; ngga bole ngadain tur selama dua taun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Pearl Jam is better than any other band almost in history to have had that kind of enormous success, they dealt with it really eloquently. I think that set a great example to other musicians that, you know what, you can actually control the media spotlight. I think they stayed vital. The records they made didn't necessarily appeal to the same number of fans who were into Ten, but they appealed to a lot of people. They sold millions of records without having to make videos and without having to do an overhyped press campaign for each record. - Chris Cornell&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pearl Jam juga ngebolehin fans-nya buat nge-&lt;em&gt;trade official bootlegs&lt;/em&gt; yang dikeluarin oleh label indie mereka (Tenclub). Di tiap konser sepanjang tur taun 2000 dan 2002 (jadi ada dua ratusan &lt;em&gt;official bootlegs&lt;/em&gt; dari konser yang b'beda), Pearl Jam ngerilis &lt;em&gt;official bootlegs&lt;/em&gt; berisi 2 CD konser &lt;em&gt;uncensored&lt;/em&gt; (dialog-nya masih utuh), dengan harga murah (seharga satu CD), cuma sekitar 10-an kopi. Nantinya fans diperbolehkan buat ngopi dan &lt;em&gt;trade&lt;/em&gt; antar fans. Mereka ngga ngitung profit dari gituan. Tapi untuk album, mereka terikat &lt;em&gt;agreement&lt;/em&gt; sama label, jadi dilarang &lt;em&gt;trading&lt;/em&gt;. Anthony Kiedis, vokalis RHCP bilang kalo Pearl Jam &lt;em&gt;actually &lt;/em&gt;band indie yang besar karena konsep manajemen mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;They're essentially an indie band that can sell out stadiums. - Kiedis&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seperti yang dibilang Bono:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;I'm a huge fan of the Pearl Jam organization, of what you might call the culture around the group. They exist entirely unto themselves. They don't depend on the media, don't depend on the radio. They'll be around for as long as they wish to be. There's only 3 other bands on the planet that have the talent and the mystique to change the world with music. Radiohead, REM, and Pearl Jam. - Bono&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup personel Pearl Jam juga sangat &lt;em&gt;low-profile&lt;/em&gt;. "Infotainment" mengenai kehidupan di luar panggung mereka tidak di-eksploitasi. Fans Pearl Jam, biasanya terbagi suka atas dasar tiga hal itu: musik-lirik-&lt;em&gt;attitude&lt;/em&gt;. Pearl Jam udah jadi "&lt;em&gt;cult&lt;/em&gt;", dan kita bisa &lt;em&gt;browsing&lt;/em&gt; ratusan situs dengan perspektif berbeda-beda tentang Pearl Jam. Semuanya dibuat oleh fans dan semuanya positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"My mind is in these songs, but the fact that so many people can relate to these songs is kind of depressing. Actually, now I understand those religious channels more. Everybody needs something" [Ed Vedder]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway jangan sampe terpengaruh sama tulisan ini...kalo emang ngga suka ya udah. &lt;em&gt;Just like Ed said,&lt;/em&gt; sebagai &lt;em&gt;summary&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"If you trust me at all, if you want to listen to me at all..but you certainly don't have to...speaking from experience, I can tell you that things change. You can believe me, you don't have to. They probably won't change unless you make them. The best way to change something that's around you, something you don't like, is to change yourself. And I don't think you want other people changing you, I think the only person that can change you is yourself. So if you ain't happy, if you're reading magazines about generation x-ers and thinking 'yeah, I'm one of them', well fuck that. Don't let anyone tell you who you are. No, no. No one can tell me who I am. I can tell you who I am, but that would be a long story. I could tell you who I am and it wouldn't fit in a Rolling Stone. If wouldn't fit in a video...it's my life, it's your life. You're the only one who knows who you are. I hope you know who you are, figure it out. Cause you are somebody. And I'm probably stating the obvious, but I just thought I'd do it anyway. So if you feel like you've got a piece of duct tape on your mouth, if you feel like you can't speak, take it off, speak up, speak your mind, shout it out,let em hear, shout it out."  &lt;br /&gt;[Ed Vedder - Live during Porch 9/29/96]&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"If people don't like what I'm doing I really don't have time to hear it.
I'm doing something good with my life and I challenge them to do the same"&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18791464-113153247074225972?l=jamjournals.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jamjournals.blogspot.com/feeds/113153247074225972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18791464&amp;postID=113153247074225972&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113153247074225972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18791464/posts/default/113153247074225972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jamjournals.blogspot.com/2005/11/way-to-appreciate-pearl-jam.html' title='The Way to Appreciate Pearl Jam'/><author><name>Helman Taofani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Kj2oHeeEZA4/SKJ4OnK2V6I/AAAAAAAAAyg/j2nwNseBfyY/s1600-R/Design.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
